7 Pantangan Sakit Campak yang Sebaiknya Dihindari Anak Kecil

unsplash.com
Pantangan Sakit Campak
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
12/3/2026, 11.05 WIB

Sakit campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan sering menyerang anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus yang menyebar melalui percikan cairan saat penderita batuk atau bersin. Penularan dapat terjadi dengan sangat cepat, terutama di lingkungan dengan kontak dekat seperti rumah, sekolah, atau tempat bermain anak.

Sakit campak umumnya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit di seluruh tubuh serta gejala yang menyerupai flu. Ruam tersebut biasanya muncul sekitar 14 hari setelah seseorang terpapar virus dan dapat bertahan hingga sekitar tujuh hari. Awalnya ruam berkembang di area kepala, kemudian secara bertahap menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Selain ruam kulit, sakit campak juga disertai sejumlah gejala lain, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, sakit tenggorokan, serta munculnya bintik-bintik putih di dalam mulut. Kondisi ini dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan mengalami penurunan nafsu makan maupun aktivitas.

Pantangan Sakit Campak Khusus Anak Kecil

pantangan sakit campak (unsplash.com)

 

Ketika anak mengalami sakit campak, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari agar kondisi tidak semakin parah serta untuk mencegah penularan kepada orang lain. Berikut tujuh pantangan sakit campak yang sebaiknya diperhatikan.

1. Keluar Rumah Terlalu Sering

Salah satu pantangan sakit campak yang paling penting adalah membatasi aktivitas di luar rumah. Penyakit ini dapat menular dengan sangat cepat melalui kontak langsung maupun melalui udara.

Anak yang mengalami sakit campak sebaiknya tetap berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar, termasuk pergi ke sekolah atau tempat bermain. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus kepada orang lain, terutama kepada individu yang belum mendapatkan vaksin.

Anak penderita sakit campak sebenarnya sudah dapat menularkan virus sejak sekitar satu hari sebelum mulai merasa tidak sehat. Masa penularan tersebut berlangsung hingga sekitar empat hari sebelum ruam muncul dan setidaknya empat hari setelah ruam pertama terlihat.

Oleh karena itu, anak sebaiknya menghindari kontak dengan orang lain selama periode tersebut. Selain itu, anak yang mengalami sakit campak juga dianjurkan berada di ruangan yang cukup redup atau tidak terlalu terang karena mata sering menjadi sensitif terhadap cahaya.

2. Bersin Sembarangan

Pantangan sakit campak berikutnya berkaitan dengan kebiasaan saat bersin atau batuk. Virus campak menyebar melalui droplet, yaitu percikan cairan kecil yang keluar dari saluran pernapasan ketika seseorang batuk atau bersin.

Droplet tersebut dapat membawa virus dan menyebar di udara. Bahkan, virus penyebab sakit campak dapat bertahan di udara hingga sekitar dua jam. Hal ini membuat risiko penularan menjadi lebih tinggi jika kebersihan tidak dijaga.

Untuk mengurangi resiko penyebaran virus, anak sebaiknya diajarkan kebiasaan bersin yang benar, seperti:

  • Bersin atau batuk dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku
  • Menggunakan tisu sekali pakai saat bersin
  • Segera membuang tisu setelah digunakan

Kebiasaan ini membantu mencegah droplet menyebar ke udara dan mengurangi kemungkinan penularan sakit campak kepada orang lain.

3. Tidak Mencuci Tangan

Menjaga kebersihan tangan merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran virus. Oleh karena itu, tidak mencuci tangan termasuk dalam pantangan sakit campak yang perlu dihindari.

Virus dapat menempel pada berbagai permukaan benda yang disentuh penderita. Ketika tangan yang terkontaminasi menyentuh wajah atau makanan, virus berpotensi masuk ke dalam tubuh.

Anak yang mengalami sakit campak perlu dibiasakan untuk mencuci tangan secara rutin, terutama setelah bersin atau batuk, menyentuh benda di sekitar atau sebelum makan

Cara mencuci tangan yang dianjurkan adalah menggunakan sabun dan air mengalir selama sekitar 20 detik. Langkah ini membantu menghilangkan virus dan bakteri yang menempel pada tangan.

4. Menggunakan Barang Pribadi Secara Bersama-sama

Pantangan sakit campak lainnya adalah menggunakan barang pribadi secara bersama-sama dengan orang lain. Virus penyebab sakit campak dapat menempel pada benda yang sering digunakan sehari-hari.

Barang-barang yang berpotensi menjadi media penularan antara lain:

  • Piring dan sendok
  • Botol minum atau gelas
  • Handuk
  • Sikat gigi

Karena itu, anak yang mengalami sakit campak sebaiknya menggunakan perlengkapan pribadi sendiri dan tidak berbagi dengan anggota keluarga lainnya. Kebiasaan ini juga perlu diajarkan kepada anak ketika berada di lingkungan sekolah agar penularan penyakit dapat dicegah.

5. Kurang Minum Cairan

Saat mengalami sakit campak, anak sering mengalami demam yang cukup tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat dari biasanya.

Karena itu, kurang minum juga termasuk pantangan sakit campak yang perlu dihindari. Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang memperburuk kondisi tubuh anak.

Untuk menjaga hidrasi tubuh, anak dianjurkan mengonsumsi cairan yang cukup seperti air putih, jus buah dan susu. Cairan yang cukup membantu menjaga keseimbangan tubuh sekaligus mendukung proses pemulihan selama sakit campak.

6. Mengkonsumsi Minuman Berkafein

Walaupun penting untuk memperbanyak minum, tidak semua jenis minuman dianjurkan selama sakit campak. Minuman yang mengandung kafein sebaiknya dihindari.

Kafein dapat memberikan efek yang kurang baik bagi tubuh yang sedang melawan infeksi. Oleh karena itu, anak kecil sebaiknya tidak minum teh saat sedang sakit campak karena kandungan kafein di dalamnya. Air putih dan minuman bernutrisi lebih dianjurkan selama masa pemulihan sakit campak.

7. Mengonsumsi Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng memang sering dianggap lebih lezat, tetapi jenis makanan ini tidak disarankan bagi penderita sakit campak.

Makanan yang tinggi minyak dan makanan olahan dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Selain itu, makanan berminyak juga berpotensi memperburuk peradangan dan menghambat proses penyembuhan.

Sebagai alternatif, anak yang mengalami sakit campak lebih dianjurkan mengonsumsi makanan yang lebih ringan seperti sup, bubur, atau makanan yang direbus.

Apakah Anak yang Sakit Campak Boleh Mandi?

Di masyarakat masih terdapat sejumlah mitos terkait perawatan anak yang mengalami sakit campak. Salah satu mitos yang cukup sering muncul adalah larangan mandi bagi penderita campak.

Padahal, anak yang mengalami sakit campak tetap boleh mandi. Namun, mandi sebaiknya menggunakan air hangat agar tubuh terasa lebih nyaman. 

Jika anak tidak memungkinkan untuk mandi, tubuh dapat dibersihkan dengan cara dilap menggunakan kain bersih yang dibasahi air hangat.

Membersihkan tubuh membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat demam serta menjaga kebersihan kulit.

Apakah Anak yang Sakit Campak Boleh Terpapar Kipas Angin?

Selain itu, terdapat juga anggapan bahwa penderita campak boleh terkena angin dari kipas atau pendingin ruangan. Pada kenyataannya, paparan angin dapat meningkatkan risiko penyebaran droplet yang mengandung virus ke udara.

Karena virus penyebab sakit campak dapat bertahan di udara hingga sekitar dua jam, penggunaan kipas angin atau pendingin ruangan sebaiknya dibatasi untuk mencegah penyebaran virus kepada orang lain.

Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus sakit campak dapat ditangani dengan perawatan di rumah, kondisi tertentu memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Segera konsultasikan dengan dokter apabila anak yang mengalami sakit campak menunjukkan gejala seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Demam tinggi
  • Leher kaku
  • Rasa mengantuk yang sangat berat
  • Nyeri pada telinga
  • Diare

Dengan perawatan yang tepat serta memperhatikan berbagai pantangan sakit campak, proses pemulihan anak dapat berlangsung lebih baik dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.