Apa Itu Penyakit Campak? Ini Cara Pengobatannya
Campak merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi perhatian dalam dunia kesehatan. Penyakit ini dikenal sebagai infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Campak biasanya sering terjadi pada anak-anak, meskipun orang dewasa juga dapat terinfeksi apabila belum memiliki kekebalan terhadap virus penyebabnya.
Sayangnya, tidak semua orang tahu soal penyakit campak. Banyak masyarakat masih bertanya apa itu penyakit campak karena penyakit ini sering dianggap hanya sebagai ruam kulit disertai demam yang akan hilang dalam beberapa hari. Padahal, campak dapat menimbulkan komplikasi serius yang berpotensi menyebabkan kecacatan hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Secara medis, campak termasuk dalam kelompok Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Artinya, risiko terjadinya penyakit ini dapat ditekan melalui pemberian vaksin. Meski demikian, kasus campak masih ditemukan terutama pada individu yang belum mendapatkan imunisasi atau memiliki daya tahan tubuh yang rendah.
Apa Itu Penyakit Campak?
Untuk memahami lebih jauh apa itu penyakit campak, perlu diketahui bahwa campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus yang sangat menular. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit yang menyebar ke seluruh tubuh serta gejala yang menyerupai flu.
Campak disebabkan oleh virus yang menyebar melalui percikan air liur penderita, baik saat batuk, bersin, maupun berbicara. Virus tersebut dapat masuk ke tubuh melalui hidung, mulut, atau mata.
Gejala campak biasanya muncul sekitar 1-2 minggu setelah seseorang terpapar virus. Pada masa tersebut, virus sudah berkembang di dalam tubuh dan mulai memicu reaksi sistem kekebalan.
Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum pernah divaksin atau belum pernah terinfeksi juga dapat terserang campak.
Penyebab Penyakit Campak
Setelah memahami apa itu penyakit campak, penting mengetahui penyebab utama penyakit ini. Campak disebabkan oleh virus rubeola yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae.
Manusia merupakan satu-satunya inang alami virus ini. Virus campak masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan, kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai bagian tubuh.
Proses penyebaran virus dalam tubuh biasanya terjadi melalui tahapan berikut:
- Virus masuk melalui mulut, hidung, atau mata
- Virus menginfeksi saluran pernapasan dan masuk ke paru-paru
- Virus menyerang sel-sel sistem kekebalan tubuh
- Sel yang terinfeksi berpindah ke kelenjar getah bening
- Virus kemudian menyebar ke berbagai organ tubuh melalui aliran darah
Ketika virus mencapai kulit, ia menyebabkan peradangan pada pembuluh darah kecil atau kapiler. Kondisi inilah yang menimbulkan ruam merah yang menjadi ciri khas campak.
Faktor Risiko Penyakit Campak
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama terhadap infeksi campak. Beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang tertular penyakit ini.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko campak antara lain:
- Belum mendapatkan vaksinasi campak
- Anak berusia di bawah lima tahun
- Bepergian ke wilayah dengan angka kasus campak tinggi
- Kekurangan vitamin A
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Individu yang belum pernah menerima imunisasi atau belum pernah terinfeksi sebelumnya cenderung lebih rentan terhadap virus campak.
Gejala Penyakit Campak
Mengetahui gejala sangat penting untuk mengenali penyakit ini sejak dini. Gejala campak biasanya muncul dalam waktu 6-21 hari setelah seseorang terinfeksi virus.
Pada tahap awal, gejala campak sering menyerupai flu atau infeksi saluran pernapasan.
Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
- Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
- Batuk kering, hidung berair, dan sakit tenggorokan
- Tubuh terasa lemas dan mudah lelah
- Demam tinggi
- Nyeri pada tubuh
- Kehilangan selera makan
- Diare atau muntah
- Bercak putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan yang dikenal sebagai Koplik spots
Ruam merah biasanya muncul tiga hingga lima hari setelah gejala awal. Ruam ini biasanya dimulai dari belakang telinga atau sekitar wajah, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga seluruh tubuh.
Seberapa Menular Penyakit Campak?
Campak termasuk salah satu penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada orang lain bahkan sebelum ruam muncul.
Penularan biasanya terjadi sekitar empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam terlihat. Karena itu, penyakit ini mudah menyebar di lingkungan yang padat seperti sekolah atau tempat penitipan anak.
Virus campak dapat menular melalui:
- Percikan cairan dari batuk atau bersin
- Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita
- Udara di ruangan tertutup yang terkontaminasi virus
- Permukaan benda yang terkena virus
Tingkat penularan yang tinggi membuat campak dapat dengan cepat menyebar dalam suatu komunitas.
Komplikasi Penyakit Campak
Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, campak dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Infeksi telinga
- Diare dan muntah
- Dehidrasi
- Pneumonia atau radang paru-paru
- Bronkitis pada anak
- Radang otak atau encephalitis
- Kebutaan
Pada kondisi tertentu, komplikasi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang bahkan kematian.
Cara Pengobatan Penyakit Campak
Setelah mengetahui apa itu penyakit campak, penting memahami cara penanganannya. Karena disebabkan oleh virus, campak tidak memiliki pengobatan khusus yang dapat langsung membunuh virus penyebabnya.
Sebagian besar kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya dengan perawatan yang tepat untuk meredakan gejala.
Beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
- Beristirahat yang cukup agar tubuh dapat melawan infeksi
- Mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran tenaga medis
- Menghindari paparan cahaya terang jika mata sensitif
- Mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Apabila terjadi komplikasi, dokter dapat memberikan pengobatan tambahan sesuai kondisi pasien.
Pantangan Saat Terkena Campak
Selain pengobatan, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari saat seseorang mengalami campak. Tujuannya adalah mencegah penularan virus serta membantu proses pemulihan.
Beberapa pantangan saat terkena campak antara lain:
- Menghindari kerumunan dan kontak dekat dengan orang lain
- Menjaga jarak dari kelompok rentan seperti bayi dan ibu hamil
- Menghindari makanan yang sulit dicerna seperti gorengan dan makanan pedas
- Tidak melakukan aktivitas fisik berat
- Tidak pergi ke sekolah atau tempat umum hingga masa penularan selesai
Langkah-langkah tersebut penting untuk mengurangi resiko penyebaran virus ke orang lain.
Hal yang Dianjurkan untuk Mempercepat Pemulihan
Selain pantangan, terdapat beberapa hal yang dianjurkan untuk membantu proses pemulihan dari campak.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Melakukan isolasi di rumah hingga masa penularan selesai
- Mengonsumsi cukup cairan untuk mencegah dehidrasi
- Mengonsumsi makanan bergizi dan mudah dicerna
- Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan
- Beristirahat yang cukup agar tubuh pulih lebih cepat
Langkah-langkah tersebut membantu tubuh mempercepat proses penyembuhan.
Cara Mencegah Penyakit Campak
Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari penyakit ini. Vaksin campak tersedia dalam bentuk vaksin MMR, yaitu vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan rubella.
Vaksin MMR biasanya diberikan dalam dua dosis, yaitu:
- Dosis pertama pada usia sekitar 15 bulan
- Dosis kedua pada usia 5 hingga 6 tahun sebelum masuk sekolah
Vaksin bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap virus campak. Dengan adanya antibodi tersebut, tubuh dapat melawan virus apabila suatu saat terpapar infeksi.

