Ciri Ciri Anak Kena Campak dan Cara Mencegahnya
Saat muncul bintik-bintik atau ruam pada bayi maupun anak, banyak orang tua sering menganggap kondisi tersebut sebagai gangguan kulit biasa. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal penyakit yang cukup serius, salah satunya campak. Penyakit ini perlu diwaspadai karena memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat.
Campak, yang juga dikenal dengan istilah rubeola, merupakan penyakit infeksi akibat virus dari keluarga Paramyxovirus. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui udara atau kontak langsung dengan penderita.
Penyakit yang di beberapa daerah dikenal sebagai gabagen atau gabakan ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski pada sebagian kasus dapat sembuh dengan sendirinya, campak tetap berisiko menimbulkan komplikasi berbahaya, terutama pada anak usia dini.
Oleh karena itu, mengenali ciri ciri anak kena campak menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
1. Ciri Campak Pertama: Masa Infeksi dan Inkubasi
Tahap awal dalam perkembangan penyakit campak adalah masa infeksi dan inkubasi. Pada fase ini, virus telah masuk ke dalam tubuh, tetapi gejala belum terlihat secara jelas.
Virus campak memiliki masa inkubasi sekitar 7 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Selama periode ini, anak yang terinfeksi biasanya belum menunjukkan tanda-tanda sakit.
Pada fase inkubasi, ciri ciri anak kena campak seperti ruam atau demam belum muncul. Karena tidak ada gejala yang tampak, banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak telah terinfeksi virus.
Meski demikian, virus sebenarnya sudah berkembang di dalam tubuh dan mulai mempengaruhi sistem pernapasan.
2. Ciri Campak Kedua: Mirip Flu Biasa
Setelah masa inkubasi selesai, gejala awal campak mulai muncul. Gejala ini sering disebut sebagai gejala non spesifik karena menyerupai penyakit flu biasa.
Pada fase ini, anak biasanya mengalami demam, hidung berair atau pilek, serta sakit tenggorokan. Anak juga dapat mengalami batuk yang berlangsung terus-menerus.
Selain itu, mata anak sering terlihat kemerahan dan berair. Kondisi ini dikenal sebagai conjunctivitis, yaitu peradangan pada lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata.
Gejala lain yang sering muncul adalah tubuh terasa lemas, nyeri pada badan, serta nafsu makan yang menurun. Pada beberapa anak, kondisi ini juga dapat disertai muntah atau diare.
Gejala awal tersebut biasanya berlangsung sekitar dua hingga tiga hari sebelum muncul tanda yang lebih khas dari penyakit campak.
3. Ciri Campak Ketiga: Munculnya Bercak Putih di Dalam Mulut
Salah satu tanda yang cukup khas dari adalah munculnya bintik putih keabu-abuan di dalam rongga mulut. Bercak ini dikenal dengan istilah Koplik spots. Bintik tersebut biasanya muncul di bagian dalam pipi atau sekitar tenggorokan.
Ukuran bercak ini relatif kecil, namun sering menjadi petunjuk penting bagi tenaga medis dalam mengenali penyakit campak. Bercak tersebut biasanya muncul sebelum ruam pada kulit terlihat.
Karena letaknya berada di dalam mulut, tidak semua orang tua dapat mengenali tanda ini dengan mudah. Namun, keberadaan Koplik spots sering menjadi indikator penting dalam diagnosis campak.
4. Ciri Campak Ke-empat: Munculnya Ruam Merah pada Kulit
Setelah beberapa hari mengalami gejala awal, tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam pada kulit.
Ruam biasanya muncul sekitar 7 hingga 18 hari setelah anak terpapar virus. Pada tahap awal, ruam terlihat sebagai bintik merah kecil yang sedikit menonjol.
Bintik tersebut biasanya muncul pertama kali di wajah, terutama di sekitar garis rambut, telinga, dan leher. Setelah itu, ruam akan menyebar secara bertahap ke bagian tubuh lainnya seperti lengan, dada, perut, paha, hingga kaki.
Dalam beberapa kasus, bintik merah tersebut dapat bergabung dan membentuk area kemerahan yang lebih luas.
5. Ciri Campak Kelima: Demam Tinggi Saat Ruam Muncul
Ketika ruam mulai menyebar, anak akan mengalami demam mencapai sekitar 40 derajat Celcius. Demam tinggi ini sering membuat anak merasa sangat tidak nyaman. Anak biasanya menjadi lebih lemah, mudah rewel, serta tidak memiliki nafsu makan.
Meski terlihat mengkhawatirkan, demam biasanya akan mulai menurun setelah beberapa hari bersamaan dengan memudarnya ruam pada kulit.
Periode Penularan Campak
Anak yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada orang lain selama sekitar delapan hari. Masa penularan ini dimulai sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam terlihat.
Karena itu, anak yang mengalami gejala campak sebaiknya tidak melakukan kontak langsung dengan banyak orang. Pembatasan interaksi perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus.
Terutama, anak harus dijauhkan dari orang yang belum mendapatkan vaksin campak, seperti bayi atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.