Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Ini Tahapan Sidang Isbat

Freepik.com
Apakah Idul Adha ada Sidang Isbat?
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
7/5/2026, 13.19 WIB

Apakah Idul Adha ada sidang isbat? Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 29 Zulkaidah 1447 H, tepatnya Minggu, 17 Mei 2026. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang tersebut akan menetapkan waktu pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah bagi umat Islam di Indonesia.

Menurut Abu, sidang isbat akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama di Jakarta. Ia menambahkan, sidang ini merupakan bagian dari mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah.

Ia menjelaskan, sidang isbat menjadi forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, hingga pakar falak dan astronomi untuk menentukan awal bulan Hijriah. Rapat koordinasi tersebut, akan melibatkan berbagai pihak terkait, baik dari lingkungan internal Kementerian Agama maupun lembaga mitra lainnya.

“Proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang komprehensif,” ucapnya.

Apakah Idul Adha ada Sidang Isbat?

Apakah Idul Adha ada Sidang Isbat? (Freepik.com)

Apakah Idul Adha ada sidang isbat? Tentunya ada, rangkaian sidang isbat akan dimulai dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Seminar tersebut, disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada masyarakat. Setelahnya, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pemantauan, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

“Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi,” ujarnya.

Menurut Abu, data hisab berfungsi memberikan gambaran awal terkait posisi hilal, sedangkan rukyat menjadi tahap pembuktian melalui pengamatan langsung di sejumlah titik pemantauan seluruh Indonesia.

“Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” jelasnya.

Berdasarkan data awal yang disampaikan dalam rapat persiapan, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H secara hisab disebut telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

“Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi kriteria imkan rukyat,” kata Abu.

Meski demikian, Abu menekankan bahwa data tersebut masih bersifat prediksi dan belum menjadi dasar penetapan resmi.

“Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah,” tegasnya.

Tahapan Sidang Isbat Idul Adha 2026

Sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H dan Idul Adha 2026 diawali dengan seminar posisi hilal. Seminar tersebut, menyampaikan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

• Kegiatan seminar disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik.
• Setelah itu, panitia menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia.
• Pengamatan dilakukan dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
• Tahap akhir, Menteri Agama memimpin sidang isbat.
• Dalam sidang tersebut, berbagai pertimbangan dari peserta didengarkan sebelum penetapan resmi awal Zulhijah diumumkan.

Perkiraan Tanggal Idul Adha 2026 Pemerintah

Berdasarkan SKB 3 Menteri mengenai hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 serta Kalender Hijriah 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), Idul Adha 2026 diprediksi akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Namun, penentuan tanggal pastinya masih harus menunggu hasil keputusan sidang isbat terkait penetapan Idul Adha 2026.

Jadwal Idul Adha 2026 Muhammadiyah

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, Muhammadiyah menetapkan bahwa Idul Adha 2026 (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Adapun rincian penanggalan awal Zulhijah hingga Idul Adha 2026 menurut Muhammadiyah yaitu sebagai berikut:

• Awal Zulhijah 1447 H di seluruh dunia jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M.
• Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026 M.
• Idul Adha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.

Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Jawabannya, ya. Pemerintah melalui Kementerian Agama rutin menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Zulhijah sekaligus menetapkan Hari Raya Iduladha bagi umat Islam di Indonesia. Proses ini dilakukan dengan menggabungkan metode hisab dan rukyat agar keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah sekaligus hasil pengamatan langsung di lapangan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.