Profil Alf-Inge Haaland, Ayah Haaland yang Ikut Viral di Piala Dunia 2026

Kompas.com
Alf-Inge Haaland
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
10/7/2026, 22.27 WIB

Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi Erling Haaland untuk menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Ketajamannya bersama tim nasional Norwegia membawa negaranya melangkah jauh di turnamen sekaligus mengakhiri penantian panjang tampil kembali di putaran final Piala Dunia.

Namun, perhatian penggemar bola tidak hanya tertuju kepada Erling Haaland. Sosok ayahnya, Alf-Inge Haaland, juga ikut menjadi perbincangan setelah beberapa kali terlihat memberikan dukungan langsung dari tribun penonton. Kamera televisi berkali-kali menyorot reaksinya ketika Erling mencetak gol maupun saat Norwegia meraih kemenangan penting. Momen tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu rasa ingin tahu publik mengenai sosok mantan pesepak bola tersebut.

Nama Alf-Inge sebenarnya bukan sosok asing di dunia sepak bola. Jauh sebelum putranya menjadi bintang Manchester City dan tim nasional Norwegia, Alf-Inge lebih dahulu berkarier di Liga Inggris bersama Nottingham Forest, Leeds United, dan Manchester City.

Pengalamannya sebagai pemain profesional kemudian menjadi modal penting dalam membimbing perkembangan karier Erling hingga menjadi salah satu striker terbaik dunia.

Profil Alf-Inge Haaland

Alf-Inge Haaland memiliki nama lengkap Alf-Inge Rasdal Håland. Ia lahir di Stavanger, Norwegia, pada 23 November 1972 dan dikenal sebagai pemain yang mampu bermain di beberapa posisi, terutama gelandang bertahan dan bek kanan.

Karir profesionalnya dimulai bersama Bryne FK pada awal 1990-an. Klub tersebut juga menjadi tempat Erling Haaland mengawali karir sepakbolanya bertahun-tahun kemudian. Penampilan konsisten di kompetisi Norwegia membuat Nottingham Forest merekrutnya pada 1993 untuk bermain di Liga Inggris.

Selama membela Nottingham Forest, Alf-Inge menjadi salah satu pemain yang memiliki etos kerja tinggi dan fleksibel di berbagai posisi. Penampilannya menarik perhatian Leeds United yang kemudian merekrutnya pada 1997. Tiga musim berselang, ia bergabung dengan Manchester City dan menjadi bagian dari skuad yang sedang membangun kembali kekuatan klub.

Selain bermain di level klub, Alf-Inge juga memperkuat tim nasional Norwegia. Ia mencatat lebih dari 30 penampilan internasional dan menjadi salah satu pemain yang memperkuat generasi Norwegia pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Perjalanan Karier dan Insiden yang Mengubah Hidup


Alf-Inge Haaland (Katadata)

Karier Alf-Inge Haaland di Liga Inggris berlangsung selama hampir satu dekade. Ia dikenal sebagai pemain pekerja keras yang disiplin dan mampu menjalankan berbagai peran sesuai kebutuhan tim. Namun, perjalanan tersebut tidak lepas dari cedera yang akhirnya memaksanya mengakhiri karier lebih cepat.

Salah satu momen paling dikenang terjadi pada Derby Manchester, 21 April 2001, ketika Manchester City menghadapi Manchester United. Dalam pertandingan tersebut, gelandang Manchester United Roy Keane melakukan tekel keras terhadap Alf-Inge Haaland. Insiden itu kemudian menjadi salah satu pelanggaran paling kontroversial dalam sejarah Liga Inggris.

Meski berbagai laporan medis menyebut cedera yang membuat Alf-Inge pensiun bukan semata-mata disebabkan oleh tekel tersebut, insiden dengan Roy Keane memperburuk kondisi lutut yang sebelumnya memang telah bermasalah. Keane kemudian mengakui dalam autobiografinya bahwa tekel itu dilakukan sebagai bentuk balas dendam atas insiden yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Pengakuan tersebut membuatnya dikenai sanksi dan denda oleh Football Association.

Cedera berkepanjangan membuat Alf-Inge kesulitan kembali ke performa terbaik. Setelah menjalani serangkaian proses pemulihan, ia memutuskan pensiun pada 2003 ketika usianya baru 30 tahun.

Berakhirnya karier di usia muda tidak membuatnya meninggalkan sepak bola. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika mendampingi putranya yang mulai meniti karier profesional.

Peran Alf-Inge Haaland dalam Kesuksesan Erling Haaland

Setelah pensiun, Alf-Inge Haaland lebih banyak berperan sebagai mentor sekaligus pendamping bagi Erling Haaland. Pengalamannya bermain di Liga Inggris membuatnya memahami tantangan yang dihadapi pesepak bola muda, mulai dari memilih klub, menjaga kebugaran, hingga menghadapi tekanan media.

Sejak Erling masih bermain di akademi Bryne FK, Alf-Inge dikenal aktif mendampingi perkembangan putranya. Ia tidak hanya memberikan masukan mengenai aspek teknis permainan, tetapi juga membantu membangun mental dan profesionalisme yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.

Perannya semakin terlihat ketika Erling memutuskan bergabung dengan klub-klub seperti Molde, RB Salzburg, Borussia Dortmund, hingga Manchester City. Sejumlah pengamat menilai keputusan-keputusan tersebut menunjukkan cara seorang Ayah yang memperhatikan perjalanan karir sang putra, bukan semata-mata karena alasan komersil..

Pada Piala Dunia 2026, kehadiran Alf-Inge di tribun menjadi perhatian publik. Kamera televisi beberapa kali menangkap ekspresinya ketika Erling mencetak gol ataupun saat Norwegia memastikan kemenangan penting. Potongan video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan membuat banyak penggemar mencari kembali perjalanan karir sang ayah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.