Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memperkuat agenda pemberdayaan perempuan setelah terbitnya Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-00001993.AH.01.08.Tahun 2026 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan Kongres Wanita Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Humas Kowani Wahyuni Refi Setya Bekti mengapresiasi Kementerian Hukum atas penerbitan keputusan tersebut. Menurut dia, keputusan ini menjadi landasan bagi penguatan tata kelola organisasi sekaligus pelaksanaan berbagai program Kowani.

“Kami menyambut terbitnya keputusan ini sebagai landasan untuk memperkuat tata kelola dan melanjutkan kerja-kerja Kowani. Kontribusi seluruh organisasi anggota sangat berarti dalam menjalankan agenda bersama bagi perempuan Indonesia,” ujar Refi dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid, Kowani memprioritaskan sejumlah agenda, antara lain pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan kepemimpinan perempuan muda.

Refi mengatakan, jaringan dan pengalaman organisasi anggota menjadi modal penting bagi Kowani untuk menjangkau kebutuhan perempuan di berbagai daerah. Karena itu, organisasi akan mendorong pertukaran pengalaman dan memperkuat kolaborasi antaranggota agar program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin kerja Kowanidekat dengan kehidupan perempuan sehari-hari: kesempatan memperoleh penghasilan, rasa aman, akses pendidikan, dan ruang untuk ikut mengambil keputusan. Pengalaman organisasi anggota di lapangan menjadi bekal penting untuk menentukan langkah yang tepat,” katanya.

Perkuat Kolaborasi Antarorganisasi

Selain menjalankan agenda pemberdayaan, Kowani juga berupaya menjaga kesinambungan organisasi dengan menghargai kontribusi para pendahulu, tokoh perempuan, dan seluruh organisasi anggota yang selama ini membangun Kowani.

Menurut Refi, keberagaman latar belakang anggota merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat. Kowani ingin membuka ruang bagi setiap generasi perempuan untuk terlibat dan memberikan kontribusi bagi organisasi.

“Kowani tumbuh melalui kerja banyak perempuan dari berbagai latar belakang. Kami ingin menjaga hubungan baik itu, mendengarkan masukan, dan memberi ruang bagi setiap generasi untuk berkontribusi,” ujarnya.

Untuk memperluas dampak program, Kowani juga akan mengembangkan kemitraan dengan pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu perempuan dan anak.

Melalui kolaborasi tersebut, Kowani berharap dapat memperkuat peran organisasi anggota dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan perempuan di masyarakat sekaligus mendorong solusi bersama.

“Kami terbuka untuk kerja sama yang memberi manfaat nyata. Melalui organisasi anggota, kami berharap dapat ikut menyampaikan kebutuhan perempuan di masyarakat dan mengupayakan langkah bersama untuk menjawabnya,” kata Refi.

Melanjutkan Semangat Kongres Perempuan 1928

Kowani memiliki akar sejarah dari Kongres Perempuan Indonesia pada 1928. Semangat persatuan perempuan lintas latar belakang yang lahir dari momentum tersebut menjadi landasan bagi organisasi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Refi mengatakan, warisan para pendahulu perlu diteruskan melalui program dan kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Warisan para pendahulu adalah keberanian perempuan untuk ikut menentukan masa depan bangsanya. Tanggung jawab kita hari ini adalah melanjutkan pengabdian itu melalui pekerjaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.