Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Dicky Kartikoyono mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada terhadap penipuan atau scam di ekosistem keuangan digital. 

Hal itu disampaikan dalam acara Financial Healing yang digelar Katadata di Taman Literasi Marta Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta, Sabtu (3/10).

Dicky mengungkapkan, kerugian akibat scam di ekosistem digital dalam dua tahun terakhir mencapai Rp12 triliun berdasarkan laporan yang diterima OJK. Menurutnya, modus penipuan juga terus berkembang, salah satunya korban menerima dana dari pinjaman online ilegal tanpa mengetahui asal uang tersebut.

Untuk memperkuat perlindungan konsumen, OJK bersama Satgas PASTI tengah mengembangkan Aplikasi Anti-Penipuan yang ditujukan untuk mendukung deteksi dini, pelaporan, pelacakan aliran dana, hingga penanganan penipuan secara lebih cepat.

Sementara itu, hasil SNLIK 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat meningkat menjadi 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Peningkatan akses keuangan tersebut dinilai perlu diikuti dengan pemahaman terhadap manfaat, risiko, serta keamanan dalam bertransaksi.

Dicky pun mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati sebelum melakukan transaksi digital dengan menerapkan prinsip check before payment dan check before transfer.


KATADATA - https://www.katadata.co.id

======================================================

#Katadata #KatadataIndonesia

Pantau dan Subscribe Katadata Indonesia.

Instagram : https://www.instagram.com/katadatacoid
Facebook : https://www.facebook.com/katadatacoid/
Twitter : https://twitter.com/katadatacoid
Tiktok : https://www.tiktok.com/@katadatacoid
Spotify : https://spoti.fi/3ipaxGY

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.