Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menegaskan Indonesia tidak memilih blok kekuatan dunia, melainkan berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia tetap berkomitmen menjalin persahabatan dengan semua negara tanpa mengesampingkan kepentingan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, usai serah terima jabatan Menteri Luar Negeri dengan Sugiono pada Senin (12/10/2026).
Menurut Menlu Tata, politik luar negeri bebas aktif bukan berarti Indonesia bersikap pasif. Indonesia akan tetap tegas dalam melindungi kedaulatan dan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus berperan aktif mendorong penyelesaian konflik dan perdamaian dunia.
Indonesia juga terus berpartisipasi dalam berbagai forum internasional, termasuk ASEAN, BRICS, dan G20, sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama global tanpa harus terikat pada blok tertentu.
Bagaimana Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah persaingan kekuatan dunia? Simak pernyataan Menlu Arrmanatha Nasir selengkapnya di Katadata.
Jangan lupa subscribe channel YouTube Katadata, aktifkan lonceng notifikasi, dan ikuti perkembangan terbaru seputar politik, ekonomi, bisnis, serta isu internasional.
#ArrmanathaNasir #MenluTata #PolitikLuarNegeri #BebasAktif #DiplomasiIndonesia #Geopolitik #Indonesia #BRICS #ASEAN #G20 #Katadata #BeritaTerkini