ZIGI – Paul Pogba menjadi perbincangan sampai menduduki trending di Twitter setelah menggeser botol bir beralkohol, Heineken dari hadapannya ke bawah meja saat konferensi pers Euro 2020. Padahal Heineken merupakan salah satu sponsor di Euro 2020.
Banyak yang menduga aksi pemain timnas Perancis ini berkaitan dengan agama Islam yang dianutnya yang memang mengharamkan atau melarang konsumsi minuman beralkohol. Pogba dikenal sebagai salah satu Muslim yang taat. Dia mulai tertarik mempelajari agama Islam karena teman-teman di sekitarnya.
Setiap memiliki waktu luang, Paul Pogba sering melaksanakan ibadah ke Tanah Suci. Sampai akhirnya, dia pun sudah bergelar haji sejak 2017 lalu. Lantas seperti apa perjalanan spiritual Paul Pogba? Scroll artikel di bawah ini yuk!
Ibu Paul Pogba Seorang Muslim
Paul Pogba lahir dari pasangan Fassou Antoine Pogba dan Yeo Pogba. Ibunya, Yeo merupakan seorang Muslim taat, tapi Pogba beserta dua saudaranya yang lain tidak dibesarkan secara konservatif ataupun dengan ajaran agama Islam yang ketat.
Ibunya memberikan anak-anaknya kebebasan dalam memeluk agama, namun tetap dengan batas-batas tertentu yang membuat mereka tidak tertekan. Paul Pogba mulai tertarik memperdalam agama Islam justru bukan dari sang ibu.
"Ini adalah perubahan yang baik dalam kehidupan saya, karena saya tidak lahir sebagai seorang Muslim meskipun ibu saya adalah seorang Muslim. Saya hanya tumbuh seperti itu, menghormati semua orang," kata Paul Pogba.
Perdalam Islam Lewat Teman-teman
Lingkungan yang membuat Paul Pogba tumbuh sebagai penganut muslim yang taat dan menjalankan ajaran yang diturunkan Nabi Muhammad SWT. Keputusannya menjadi seorang mualaf ini tidak diambil Pogba secara tiba-tiba.
Dilansir Zigi.id dari Daily Mail, Rabu, 16 Juni 2021, setelah melalui masa sulit saat dirinya beranjak dewasa, Paul Pogba memutuskan untuk meneliti agama Islam. Dia mengaku banyak berdiskusi dengan teman-temannya.
Dalam wawancara dengan The Times Life Times pada 2019 lalu, Paul Pogba mengatakan kalau dirinya merasakan sesuatu yang berbeda setelah ikut beribadah bersama teman Muslimnya.
"Semua berawal karena saya punya banyak teman muslim. Kami selalu berbincang. Saya mempertanyakan banyak hal di dalam diri saya, lalu saya memulai melakukan riset. Pernah sekali saya beribadah dengan rekan saya dan saya merasakan sesuatu yang berbeda," ungkap Pogba.
"Saya merasa sangat baik. Sejak hari itu saya hanya melanjutkan. Kamu harus shalat lima waktu, itu salah satu rukun Islam. Ini adalah sesuatu yang harus kamu lakukan," sambung pemain Manchester United itu.
Ibadah ke Tanah Suci
Keimanan Paul Pogba semakin meningkat saat dia melakukan perjalanan Umroh ke Mekkah, Arab Saudi. Dalam setiap kesempatan saat libur kompetisi, ia selalu menyempatkan diri untuk melakukan ibadah umroh di Arab Saudi. Momen ibadahnya ini kerap dibagikan Paul Pogba melalui Instagramnya.
Pogba juga pernah melaksanakan ibadah umroh bersama rekan satu Timnas Prancis yang kini merupakan bintang Chelsea, Kurt Zouma di tahun 2019 lalu. Paul Pogba juga sering menjalankan ibadah Umroh saat bulan Ramadhan.
Pogba sudah menunaikan ibadah Haji di tahun 2016 lalu. Dia mengungkapkan melihat langsung Ka'bah dan jutaan umat Islam melakukan tawaf sambil berdoa adalah pemandangan yang paling indah yang pernah dilihatnya dalam hidup selama ini. Dia pun selalu ingin kembali ke Tanah Suci.
Sejak menjadi mualaf, Paul Pogba mengaku merasakan banyak perubahan dalam hidupnya. Pikirannya kini menjadi lebih terbuka dan membuatnya merasa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya serta jiwanya merasa damai. Dia juga menghargai setiap orang tanpa memandang ras, agama dan warna kulit.
"Menjadi Muslim adalah segala-galanya. Itu (Islam) yang membuat saya bersyukur untuk semuanya. Islam membuat saya berubah, saya memikirkan makna hidup. Saya merasa Islamm membuat saya lebih damai di dalam," jelas Paul Pogba.
Sering Terlihat Sujud di Lapangan
Paul Pogba juga kerap menunjukkan kebanggaannya pada Islam di dalam maupun di luar lapangan. Hampir setiap perilakunya mencerminkan inspirasi Islam, seperti saat dia sujud syukur setiap selebrasi gol ataupun menengadahkan kedua tangannya serasa berdoa sebelum bertanding.
Pogba juga merasa Islam adalah agama yang mengedepankan cinta kasih pada sesama umat manusia. Sehingga tidak heran kalau dia merasa terganggu saat banyak orang yang mengidentikkan dengan hal negatif, seperti teroris.
"Islam bukanlah citra yang dilihat semua orang yakni terorisme. Apa yang kami dengar di media sebenarnya adalah sesuatu yang lain. Islam sesuatu yang indah," ujar Paul Pogba.
Setelah menjadi seorang Muslim, Paul Pogba juga membangun suasana Islami dalam kehidupan rumah tangganya bersama sang istri yang bernama Maria Zulay Salaues. Di Instagramnya pada 24 April 2020, istri Paul Pogba memperlihatkan dirinya mengenakan busana Muslimah lengkap dengan hijabnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan apapun dari pihak Heineken terkait tindakan Paul Pogba yang menurunkan botol minumannya saat konferensi pers Euro 2020.