Gen Z Harus Tahu! 3 Tokoh Perumus Pancasila dan Pemikirannya

Dok. Negara
Ir Soekarno HUT RI
1/6/2022, 11.19 WIB

ZIGI – Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pancasila yang kini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2017 lalu. Pancasila sendiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu “Panca” berarti lima dan “Sila” yang berarti “Prinsip”. Istilah Pancasila sendiri baru diperkenalkan ke masyarakat luas oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Setelahnya dilakukan peresmian lewat Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dan akhirnya Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945.

Kelahiran Pancasila sendiri tak lepas dari serangkaian sidang BPUPKI dari tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Di hari hari tersebut ada 3 orang tokoh bangsa yang secara bergantian menyampaikan pendapatnya tentang dasar negara Indonesia yaitu Muhammad Yamin, Soepomo dan terakhir Soekarno.

Lalu seperti apa dasar negara yang disampaikan oleh ketiga tokoh tersebut, berikut penjelasannya.

1.    Muhammad Yamin

Muhammad Yamin lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat pada 24 Agustus 1903. Kehidupan Yamin sejak muda memang tak lepas dari perjuangan dalam memerdekakan negara Indonesia dari penjajahan. Yamin tercatat pernah menjabat sebagai perintis gerakan pemuda Jong Sumatera Bond dan menjadi ketua di tahun 1926 hingga 1928. Ia juga menjadi salah satu pencetus dari Sumpah Pemuda. Dalam sidang BPUPKI terkait usulan dasar negara pada 29 Mei 1945, Yamin mengajukan lima poin yaitu Perikebangsaan, Perikemanusiaan, Periketuhanan, Perikerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

Tak hanya secara lisan, Yamin juga mengajukan konsep yang mirip dalam bentuk tulisan. Konsep tertulis berbunyi dasar negara adalah Ketuhanan yang Maha Esa, Kebangsaan Persatuan Indonesia, Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

Yamin wafat pada 17 Oktober 1962 di Jakarta, dan kini dimakamkan di kampung halamannya di Sawahlunto, Sumatera Barat.

2.    Dr Soepomo

Dr Soepomo menjadi orang kedua yang mengajukan pemikiran terkait dasar negara di sidang BPUPKI. Soepomo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 22 Januari 1903. Jabatan penting sempat dipegang Soepomo selama hidup seperti Menteri Kehakiman Pertama Indonesia, Presiden Universitas Indonesia dan Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya pada 1954-1956.

Dalam sidang di tanggal 31 Mei 1945, Soepomo juga mengajukan 5 konsep pemikiran terkait dasar negara Indonesia. Kelima konsep tersebut adalah Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir Batin, Musyawarah dan Keadilan Rakyat. Setelahnya Soepomo terlibat menjadi ketua panitia kecil perancang Undang Undang Dasar. Panitia ini bertugas untuk merancang dan mensempurnakan naskah UUD yang nantinya dikenal sebagai Piagam Jakarta dan dirumuskan pada tanggal 22 Juni 1945.

Soepomo meninggal pada 12 September 1958 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman keluarganya di Kampung Yosoroto, Solo, Jawa Tengah.

3.    Soekarno

 

Presiden Pertama Indonesia ini menjadi yang terakhir dalam menyampaikan gagasan terkait dasar negara pada sidang BPUPKI. Di sidang tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengajukan 5 gagasan yaitu, Nasionalisme Indonesia, Internasionalisme (Perikemanusiaan), Mufakat atau Demokrasi, Keadilan Sosial dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. Rumusan ini tentu berbeda dengan Pancasila yang kita kenal sekarang.

Setelah sidang selesai, para anggota setuju untuk menunjuk Soekarno yang nantinya menyampaikan hasil akhir dari rumusan dasar negara Indonesia. Untuk itu sidang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI yang terdiri dari 9 orang. PPKI dalam perjalanannya sempat merumuskan Piagam Jakarta tetapi mendapat penolakan dari warga di Indonesia Timur.

Pada 18 Agustus 1945 ditetapkanlah Pancasila sebagai dasar negara yang tertuang dalam Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi :

Satu: Ketuhanan Yang Maha Esa
Dua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Tiga: Persatuan Indonesia
Empat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
Lima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Itu tadi tiga tokoh yang terlibat dalam menyampaikan gagasan terkait dasar negara Indonesia. Mengutip quotes terkenal dari Soekarno, JASMERAH, Jangan Sekali Sekali Meninggalkan Sejarah. Selamat Hari Pancasila!

Baca Juga : 5 Fakta Hari Lahir Pancasila Setiap Tanggal 1 Juni

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.