7 Ciri Milenial Gagal Mengelola Keuangan, Kamu Termasuk?

Berbagai Sumber
Ilustrasi Millenial
8/5/2021, 18.12 WIB

ZIGI – Kaum milenial cenderung dianggap sebagai generasi yang konsumtif. Hal ini karena tuntutan gaya hidup mereka yang dinamis. Para kaum milenial yang lahir pada tahun 1990-an, dapat dikatakan sebagai kaum yang produktif karena sudah bekerja. Biasanya generasi ini cenderung menghabiskan penghasilan yang dimilikinya untuk hiburan, belanja, hingga membayar tagihan.

Tak heran, kalau kaum milenial tidak bisa menabung karena penghasilan yang didapatkan selalu habis. Karena hal ini, sebagian milenial pun dianggap gagal dalam mengelola keuangan. Padahal masih banyak kebutuhan hidup di masa depan yang harus dipersiapkan.

Hal ini senada dengan pendapat Angga Andinata sebagai edukator keuangan, di mana dia mengatakan 90 persen kaum milenial gagal dalam mengelola keuangan. Apakah kamu salah satunya? Kenali yuk, ciri milenial yang gagal dalam mengelola keuangan seperti hasil rangkuman Zigi.id dari YouTube Angga Andinata. 

1. Terjebak Rat Race Cycle

Terjebak rat race adalah dimana kamu tidak mempunyai tujuan, sehingga terasa berputar di tempat. Dalam kondisi ini, milenial cenderung sering menghabiskan penghasilan yang didapatkan untuk biaya foya-foya atau tagihan. Kaum ini, tidak pernah menyisihkan setiap penghasilannya untuk investasi atau menabung, sehingga mereka tidak punya tujuan masa depan. Mereka pun cenderung sebagai karyawan yang menunggu gajian setiap bulannya. Situasi ini yang dikatakan situasi rat race cycle

2. Terjebak di zona nyaman

Beberapa kaum milenial malas untuk belajar hal baru yang berguna, mereka cenderung terjebak pada zona nyaman. Kaum ini tidak memiliki waktu yang produktif, mereka cenderung menghabiskan waktu untuk bersenang-senang seperti nonton film, jalan-jalan, foya-foya, dan hiburan lainnya. 

3. Gaya hidup dinamis

Kaum milenial terpaku dengan gaya hidup yang dinamis, karena mereka tidak mau kalah dengan temannya. Hidup yang tak ingin ketinggalan zaman ini, membuat mereka konsumtif dalam membeli suatu produk. Mereka selalu memberi produk kekinian sampai uangnya habis dibelanjakan. Gaya hidup seperti ini, membuat kaum milenial sulit menyisihkan penghasilan untuk tabungan masa depan. 

4. Tidak punya rencana jangka panjang

Milenial cenderung tidak mempunyai rencana jangka panjang. Mereka hanya memikirkan rencana jangka pendek. Misalnya, memikirkan barang apa yang diinginkan saat ini, ingin liburan ke mana akhir tahun, dan sebagainya. 

5. Beli dengan cara mencicil

Milenial sangat senang membeli barang dengan cara mencicil, karena mereka mendapatkan barang di awal dan bayar di kemudian hari. Perilaku tersebut merusak cara tatanan kita sebagai milenial dalam mengelola keuangan. Jika terbiasa membayar dengan cara mencicil, mereka sulit mengumpulkan uang untuk masa depan karena tujuan mereka hanya membayar cicilan. Kepuasan yang instan membuat kita sebagai milenial, terjebak pada lingkaran setan.  

6. Mempunyai pinjaman online

Milenial harus mengetahui bahwa pinjaman online adalah hal yang paling harus dihindari. Pinjaman online memiliki suku bunga yang tinggi sekitar 20-30 persen per bulannya. Jika milenial tidak mempunyai kemampuan untuk membayar, suku bunga yang dibayarkan pun akan semakin tinggi. 

7. Gengsi dan Eksis

Terakhir, membeli barang bukan karena kebutuhan tapi karena gengsi tidak mau kalah dari temannya. Tak hanya itu saja, membeli barang untuk diunggah dan dipamerkan ke media sosial juga merupakan sikap yang eksis. Sikap ini menjadi faktor kegagalan dalam mengelola keuangan.

Demikian, tujuh ciri milenial gagal mengelola keuangan. Bagaimana? Apa kamu termasuk?

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.