Ellie Goldstein, Model Down Syndrome Pertama di Industri Fashion
ZIGI – Sosok Ellie Goldstein mulai akrab di telinga publik usai dirinya meyandang predikat sebagai pionir model penyandang down syndrome pertama di dunia fashion. Sebelumnya, dia digaet brand tersohor, Gucci, untuk kampanye Unconventional and Non-Stereotypical Beauty tahun 2020 silam.
Ellie Goldstein membuat sebuah gebrakan, bahwa penyandang disabilitas bisa menjadi apapun yang mereka inginkan terlepas dari keterbatasan yang dimiliki. Lewat semangat yang ditunjukkan, perempuan 19 tahun ini berhasil mendobrak sederet stereotip di dunia mode.
Dalam sebuah kesempatan, Ellie Goldstein menjalani sesi wawancara eksklusif dengan The Dazed Beauty Community. Di sana, dia membahas banyak hal termasuk pengalamannya menjadi model penyandang down syndrome. Seperti apa cerita Ellie Goldstein? Baca artikel selengkapnya berikut.
Ellie Goldstein Jadi Model untuk Brand Fashion Gucci
Kilas balik ke 2020, dunia fashion sempat dikejutkan dengan keputusan brand Gucci bekerja sama dengan majalah mode dunia Vogue Italia. Bukan tanpa alasan, keduanya menggalangkan sebuah kampanye bertajuk Unconventional and Non-Stereotypical Beauty dengan menggandeng model penyandang down syndrome bernama Ellie Goldstein.
Ellie Goldstein sendiri adalah salah satu model di bawah naungan Zebedee Management. Agensi model tersebut memang menjadi ‘rumah’ untuk orang-orang yang kesulitan menjadi model karena keterbatasan yang dimiliki.
Dalam wawancara The Dazed Beauty Community, terungkap bahwa Ellie Goldstein sudah tertarik dengan dunia model sejak berusia lima tahun. Sungguh prestasi yang mengesankan, karena kini Ellie dinobatkan sebagai model pertama penyandang down syndrome untuk brand fashion.
“Dunia perlu menerima semua orang, apa pun bentuk, ukuran, atau kecacatan yang mereka miliki,” ungkap Ellie Goldstein, menjelaskan bahwa dia ingin melihat lebih banyak keragaman dalam dunia fashion.
Ellie Goldstein Banjir Job
Tidak bisa dipungkiri, menjadi model untuk kampanye brand Gucci mengubah hidup Ellie Goldstein. Semenjak saat itu, dirinya banjir job hingga berkesempatan bekerja sama dengan merek terkenal dari seluruh dunia.
“Mudah-mudahan ini (bekerjasama dengan Gucci) telah membentuk masa depanku dan aku berharap bisa bekerja untuk mereka lagi dan merek lain. Juga bisa berkesempatan menjadi sampul utama. Aku telah mengerjakan banyak pemotretan hebat untuk (brand) Primark, Kurt Geiger, Sports Direct, dan masih banyak lagi,” kata Ellie Goldstein, dikutip dari situs The Dazed Beauty Community pada Rabu, 12 Mei 2021.
Per tahun 2021, Ellie Goldstein telah menjadi model sampul untuk majalah CoverGirl Allure, Glamour, ELLE, dan Euphoria.
Ellie Goldstein Tidak Ingin Mengubah Dirinya
Selain fashion, Ellie Goldstein juga memiliki ketertarikan dalam dunia kecantikan. Ketika ditanya kapan dirinya merasa paling cantik, ia menjawab saat melakukan perawatan sebelum pergi.
“Aku merasa paling cantik saat bersiap-siap untuk pergi keluar atau saat sedang syuting. Pokoknya ketika sedang dimanjakan,” ujarnya.
Mengenai tentang identitas kecantikan dari pengalamannya sebagai seorang penyandang down syndrome tentu berbeda dengan orang lain. Ia pun menggarisbawahi bahwa kecantikan natural adalah yang utama.
“Aku menegaskan identitas dan pengalamanku melalui kecantikan hanya dengan menjadi diriku sendiri dan menunjukkan kecantikan alamiku,” tandasnya.
Terakhir, Ellie Goldstein mendapat pertanyaan soal apakah dirinya ingin melakukan operasi atau mengubah fitur tubuhnya. Gadis asal Inggris itu pun menegaskan bahwa dia bangga dengan kondisinya sekarang dan tidak akan mengubah apa pun.
“Aku tidak akan memilih satu karena aku tidak percaya pada peningkatan diri, jadilah natural,” kata Ellie Goldstein.
Sementara itu, Ellie Goldstein sendiri adalah gadis penyandang down syndrome yang tumbuh besar di Ilford, Inggris. Dengan kondisinya seperti demikian, dia tetap mengenyam pendidikan di sekolah umum mulai dari TK, SD, hingga sekolah menengah. Diketahui kini Ellie Goldstein merupakan seorang mahasiswi jurusan Seni Pertunjukan.
Ellie Goldstein telah diakui sebagai model down syndrome pertama di industri fashion. Sosoknya begitu difavoritkan hingga diincar oleh berbagai merek fashion global karena mempromosikan keragaman dan tidak adanya batasan untuk siapa pun. Puncak kariernya adalah ketika didaulat menjadi model kampanye untuk Gucci.