7 Ciri Kamu Belum Matang Secara Finansial

AskApril
Ilustrasi
10/7/2021, 08.00 WIB

ZIGI – Bagi seseorang yang telah menghasilkan uang sendiri, belum tentu memiliki kematangan secara finansial. Ada beberapa kebiasaan yang mencerminkan seseorang belum mampu atur keuangan dengan baik.

Namun, sebagian dari mereka tak menyadari kebiasaan tersebut. Lantas apa saja cirinya? Berikut ciri seseorang belum matang secara finansial, yang dilansir dari Wise bread. Yuk kenali secara pribadi!

1. Meminjam uang kepada kerabat

Jika memiliki kebiasan meminjam uang kepada teman dan sanak saudara, perilaku tersebut mencerminkan seseorang tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Selain itu, seseorang dianggap tidak dapat merencanakan keuangan untuk masa depan.

Apalagi jika selalu menunggak pinjaman uang tersebut, mungkin kamu akan dijauhi oleh orang-orang terdekat karena telah dirugikan. Sebaiknya, hilangkan kebiasaan meminjam uang kepada siapa pun agar kamu tak dijauhi oleh banyak orang. 

2. Tidak mempunyai dana darurat

Membiasakan diri untuk menghabiskan seluruh penghasilan merupakan tindakan pembelian secara impulsif. Jika tidak pernah menyisihkan uang untuk dana darurat, kamu akan kelabakan dalam mengatur keuangan. Misalnya, ada biaya pengeluaran rumah tangga yang tidak terduga. 

Kamu harus mengeluarkan semua penghasilan untuk membiayai rumah tangga. Jika kamu memiliki dana darurat, beban keuangan pun akan lebih ringan karena adanya dana cadangan. Dana darurat sangat penting untuk dimiliki, untuk menghadapi situasi yang tak terduga di masa yang akan datang. 

3. Hidup konsumtif

Memiliki pola hidup yang konsumtif, menandakan kamu belum dewasa secara finansial. Kamu mudah terpengaruh dengan godaan diskon dan status sosial, yang mendorong membeli barang yang tidak diperlukan. Biasanya seseorang memiliki pola hidup konsumtif, akan melakukan pembelian barang secara mendadak tanpa memikirkan manfaatnya.

Perilaku tersebut dikenal sebagai perilaku pembelian impulsif, karena membeli dengan alasan emosional. Tindakan ini dipengaruhi dengan berbagai macam trik pemasaran, sehingga seseorang tak dapat mengendalikan keinginan diri. Seseorang yang dewasa dalam finansial, dapat berpikir secara matang tentang manfaat pembelian suatu barang. 

4. Penarikan dana tunai berlebihan

Melakukan penarikan dana tunai secara berlebihan, menunjukkan kamu buruk dalam mengelola keuangan. Hindari kebiasaan untuk menarik dana tunai yang berlebihan tanpa memikirkan tujuan dana tersebut. Jika bersikap seperti itu, kamu akan terjebak dalam pola hidup konsumtif. Mulailah kelola keuangan pribadi, dengan menuliskan setiap pengeluaran. 

5. Menggunakan kartu kredit secara berlebihan

Kartu kredit dapat memudahkan kamu dalam melakukan transaksi barang. Namun, jika selalu menghabiskan batas limit kredit yang telah ditentukan, maka hal tersebut menjadi sebuah masalah keuangan. Dengan menggunakan kartu kredit secara berlebihan, kamu dianggap tak dapat memanajemen antara kebutuhan dan keuangan. 

6. Orang tua yang membayar tagihan

Orang tua sering memberikan berbagai fasilitas untuk anaknya, sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. Namun, jika telah berpenghasilan namun tetap bergantung dengan orang tua untuk membayar seluruh cicilan, kamu dianggap belum matang secara finansial. Apalagi jika kamu telah berkeluarga, hal tersebut sangat memalukan. Sebaiknya berencanalah untuk memenuhi kebutuhan dengan uang sendiri. 

7. Kebiasaan membayar denda

Sikap terlambat membayar tagihan merupakan perilaku yang seringkali tidak disadari. Namun, jika sering terlambat akan menjadi sebuah kebiasaan yang buruk. Seharusnya, jadwalkan tagihan untuk terhindar dari biaya keterlambatan. Biaya keterlambatan atau denda termasuk beban keuangan, karena dapat memangkas anggaran kamu setiap bulannya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.