ZIGI – Profesi menjadi beauty influencer atau beauty vlogger kini marak di kalangan milenial dan gen Z. Tugas utama mereka adalah berbagi pengetahuan dan informasi tentang dunia kecantian. Tips menjadi beauty influencer sebenarnya tak sulit, hanya saja perlu memperhatikan beberapa poin.
Dampak positif dari profesi beauty influencer salah satunya bisa mengedukasi masyarakat seputar produk kecantikan, make-up, dan skincare. Tak bisa dipungkiri, kehadiran beauty influencer juga membuat perusahaan make-up terbantu dalam usaha memasarkan produk-produknya.
Keberadaan beauty influencer khususnya di Indonesia diprediksi akan terus cemerlang. Kali ini, Zigi.id akan berbagi tips menjadi beauty influencer ala Clarin Hayes, seorang youtuber sekaligus dokter. Yuk baca artikelnya sampai habis!
Baca Juga: 5 Tips Merawat Kulit Berjerawat ala Zendaya, Pacar Tom Holland
1. Pahami Kemampuan dan Passion
Buat kamu yang ingin menjadi seorang beauty influencer, harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi kemampuanmu. Sederhananya, kamu perlu mengidentifikasi apakah passion kamu di bidang kecantikan atau tidak.
“Kalau aku sih emang passion di bidang skincare, aku suka, aku mendalami ilmunya juga. Kalau gitu, nanti kita nge-share atau ngonten akan dengan pakai hati, dengan semangat juga, atau all in,” ungkap Clarin Hayes saat menjadi pembicara webinar Beauty Influencer, Kiat Asyik Bikin Konten Cantik bersama Katadata, dikutip Zigi.id pada Senin, 27 September 2021.
2. Siap Membagikan Informasi ke Masyarakat
Untuk menjadi beauty influencer, seseorang harus siap membagikan informasi kepada masyarakat. Menurut Clarin Hayes, seorang beauty influencer harus benar-benar menguasai seluruh hal yang berkait dengan kulit.
Mulai dari cara perawatan, mempertahankan kesehatan kulit, memilih produk yang sesuai dengan tipe kulit, dan masih banyak lagi. Untuk itu, beauty influencer harus sering melakukan research agar selalu up-to-date.
3. Tidak Harus Cantik
Profesi beauty influencer mungkin dapat mengintimidasi beberapa orang berkaitan dengan penampilan fisik. Bagi Clarin Hayes yang sudah bergelur di bidang kecantikan sejak 2017, cantik bukanlah poin utama. Karena setiap orang memiliki auranya masing-masing.
“Kalau menurutku cantik itu relatif. Tapi di sini poin utamanya adalah memiliki sesuatu yang ingin dibagikan. Karena itu esensinya sebagai seorang konten kreator, bukan hanya sekadar ikut-ikutan,” ungkapnya.
4. Punya Ciri Khas
Selanjutnya bagi yang ingin menjadi beauty influencer, sama seperti konten kreator pada umumnya, harus mempunyai ciri khas. Dalam artian, beauty influencer harus punya branding sendiri yang membedakan dengan orang lain.
Dalam berbagai kesempatan pun, seorang beauty influencer yang punya ciri khas sendiri akan jauh lebih diingat oleh masyarakat, Bahkan ketika beauty influencer sudah membangun kepercayaan dengan audiensnya, masyarakat seakan bergantung informasi dengan mereka.
5. Memahami Platform yang Digunakan
Seorang beauty influencer harus memahami platform media sosial yang digunakan. Clarin Hayes mengatakan bahwa ada perbedaan antara penggunaan media YouTube, Instagram, dan TikTok untuk membuat konten kecantikan. Sehingga, sang beauty influencer tak boleh melewatkan poin penting ini.
Contohnya seperti YouTube, Clarin Hayes menyebut platform tersebut cocok untuk membagikan tips kecantikan dengan format video panjang. Kemudian untuk TikTok, alangkah lebih baik membuat konten video berdurasi pendek. Sedangkan Instagram akan lebih menarik jika beauty influencer mengkombinasikan antara video dan foto.
6. Memahami Karakter Audiens
Dan cara terakhir, tips sukses menjadi beauty influencer adalah memahami karakter audiens. Cara ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya karena setiap platform media sosial memiliki target penonton yang berbeda-beda.
“Kita perlu memahami di Youtube maunya seperti apa, Instagram seperti apa, TikTok seperti apa,” tegas Clarin Hayes.
Demikianlah cara dan tips menjadi beauty influencer menurut Clarin Hayes yang saat ini sudah sukses menggeluti bidangnya di berbagai platform media sosial. Sebagai tambahan, Clarin Hayes memilih profesi ini karena sesuai dengan latar belakang pendidikannya yang mengambil jurusan Kedokteran Kulit.
Baca Juga: 5 Penyebab Terjadinya Bruntusan di Wajah Menurut dr. Richard Lee