Google Rilis Fitur Anti Pelecehan Khusus Wanita

Jigsaw Google
Jigsaw Google
8/3/2022, 22.58 WIB

ZIGI – Anak perusahaan Google, Jigsaw merilis fitur yang akan memudahkan jurnalis maupun tokoh masyarakat tepat pada Hari Wanita Internasional, 8 Maret 2022.

Tujuan diciptakannya fitur pada hari tersebut adalah Jigsaw berharap jurnalis wanita, tokoh maupun aktivis wanita lainnya terhindar dari berbagai bentuk pelecehan. Lantas bagaimana fitur yang dirilis oleh unit Google, Jigsaw? Yuk simak artikelnya di bawah ini!

Baca Juga: 5 Tren Pencarian Google 2021 yang Dilakukan Gen Z dan Milenial

Google Rilis Fitur Web Anti Pelecehan Tepat di Hari Wanita Sedunia

Bertepatan dengan Hari Wanita Internasional yakni 8 Maret 2022, anak perusahaan Google, Jigsaw menghadirkan fitur yang akan memberikan kenyamanan para wanita dalam mengakses internet yakni Harrasment Manager.

“Harrasment Manager adalah hasil dari beberapa penelitian, pengembangan dan kolaborasi lintas industri untuk mewujudkan komitmen kami,” ujar Direktur Partnership and Business Development Jigsaw, Patricia Georgiou seperti dilansir dari Ad Week pada Selasa, 8 Maret 2022.

Fitur tersebut bertujuan untuk mendokumentasikan maupun mengambil tindakan atas penyalahgunaan yang ditargetkan kepada wanita khususnya jurnalis, tokoh, aktivis bahkan politisi di platform online.

Dilansir dari The Verge, fitur anti pelecehan yang akan disediakan oleh Jigsaw tersebut dibantu oleh Twiter dan Thomson Reuters Foundation.

Sementara Thomson Reuters Foundation akan menggunakan fitur anti pelecehan open source ini untuk para jurnalis dan jaringannya pada Juni mendatang.

Kinerja Harrasment Manager Untuk Pengguna

Fitur anti pelecehan, Harrasment Manager tersebut dapat bekerja dengan API Twitter. Diantaranya dapat membisukan atau menyembunyikan tweet bahkan memblokir akun yang berujung pada pelecehan.

Fitur ini juga menggunakan fitur lainnya yakni Perpective yang sebelumnya dirilis oleh Jigsaw. Perspective API tersebut akan memeriksa bahasa yang mengandung toksik atau mengandung unsur-unsur ancaman, penghinaan, dan kata-kata kotor.

Fitur tersebut juga akan memungkinkan pengguna dapat mengunduh secara mandiri tentang laporan yang berisikan komentar, ujaran kebencian maupun yang mengarah ke pelecehan. 

Saat ini, fitur Harrasment Manager tersebut dapat diakses melalui situs Github dengan fase pertama perilisan ditujukan untuk organisasi maupun lembaga non-pemerintah hak asasi manusia dan jurnalisme.

Seperti yang diketahui, menurut penelitian dari Jigsaw dan Economist Intelligence Unit menunjukkan bahwa jurnalis perempuan paling banyak menerima pelecehan. Diantaranya terdapat 70 persen jurnalis wanita menerima ancaman dan pelecehan online. Akibatnya, sekitar 40 persen dari mereka berhenti melaporkan berita.

Google terus mengembangkan fitur-fitur untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna. Sebelumnya, perusahaan ini juga mengembangkan Perspective serta Tune yang bertujuan untuk menyortir bahasa. Dengan adanya Harrasment Manager ini, Google berharap dapat memberikan menawarkan pelayanan yang lebih menyenangkan dan aman.

Baca Juga: Ada yang Berbeda dari Logo Google Chrome Sekarang

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.