Tips Aman Keluarga Sambut Pemudik dari Kampung Halaman

Keluarga yang menunggu pemudik pulang ke rumah juga perlu mengantisipasi penyebaran virus.
Image title
19 Mei 2021, 08:10
Pengendara motor melintas di dekat spanduk penolakan warga terhadap pemudik di Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Spanduk yang dibuat warga RW 16, Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor tersebut untuk memperingatkan para pemudik yang
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Pengendara motor melintas di dekat spanduk penolakan warga terhadap pemudik di Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021).

Perayaan Lebaran tahun ini masih diselimuti pandemi. Pergerakan masyarakat dibatasi, terutama kegiatan mudik yang berpotensi menaikkan kasus baru Covid-19. Pemerintah pun mengeluarkan larangan mudik selama 6-17 Mei 2021. Namun masih banyak masyarakat yang nekat mudik lebaran.

Kementerian Perhubungan mencatat ada 1,5 juta orang pulang kampung. Sedangkan arus balik diperkirakan antara 16-20 Mei. Hal ini tentu perlu diantisipasi untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Mengingat, jumlah kasus Covid-19 pada Minggu (16/5) bertambah 3.080 menjadi 1.739.750 kasus saat arus balik libur Lebaran.

Sementara berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, tahun lalu terjadi peningkatan kasus 37 hingga 119 persen saat libur panjang.  

Apabila ada anggota keluarga yang mudik dan berencana pulang ke rumah, kita tentu berharap penularan tidak terjadi. Nah, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika menyambut kedatangan pemudik di rumah.

Advertisement

1. Dukung pemudik melakukan isolasi mandiri

Keluarga di rumah dapat menyiapkan berbagai kebutuhan pemudik ketika melakukan isolasi mandiri. Menurut Satgas Pencegahan Covid-19, isolasi mandiri dilakukan 5 x 24 jam. Beberapa hal yang bisa dilakukan keluarga di antaranya menyiapkan ruangan, alat makan, dan minum khusus, serta memberikan makanan dan minuman yang bergizi dan peralatan pendukung lainnya. 

Ingatkan selalu pemudik untuk terus menaati protokol kesehatan dan mengikuti himbauan yang telah dibuat oleh pemimpin daerah setempat. Selama karantina mandiri, keluarga di rumah juga berperan memantau kesehatan pemudik. Jika muncul gejala, keluarga perlu siaga untuk menghubungi petugas kesehatan setempat agar dapat langsung ditangani.

2. Hindari kontak fisik

Agar karantina mandiri berjalan efektif, keluarga di rumah juga perlu meminimalisasi interaksi dengan pemudik yang baru pulang. Hal ini dapat mencegah penularan dan terjadinya klaster keluarga.

Sehingga, keluarga perlu bersabar untuk menunggu selama beberapa waktu untuk melakukan kontak langsung. Meski di rumah, keluarga juga harus saling menjaga protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak perlu dilakukan. 

3. Melakukan pembersihan dan disinfeksi berkala

Dengan tibanya pemudik, kemungkinan masuknya bakteri dan virus ke dalam rumah semakin besar. Oleh karena itu, keluarga juga perlu melakukan pembersihan di seluruh sudut rumah dan disinfeksi di titik-titik penting yang sering disentuh anggota keluarga. Membersihkan rumah dan menyemprotkan cairan disinfeksi dapat membunuh bakteri dan virus yang menempel dari luar.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait