Mengelola Stres Saat Pandemi dengan Meditasi

Mengelola emosi dengan bermeditasi dapat mengurangi masalah psikologis seperti stres saat pandemi.
Image title
24 September 2021, 08:15
Mengelola Stres Saat Pandemi dengan Meditasi
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/pras.
Warga melakukan gerakan yoga saat kampanye pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar nomor urut 1 I Gusti Ngurah Jaya Negara - Kadek Agus Arya Wibawa di Denpasar, Bali, Minggu (25/10/2020).

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menyebabkan stres dan kecemasan. Berdasarkan survei Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), sebanyak 68 persen masyarakat mengaku merasakan cemas dan 67 persennya mengaku depresi.

Melansir Kompas.com, Ahli Manajemen Emosi dan Stres Golden Space Bagia A Saputra mengatakan, stres dapat berdampak pada hampir semua sistem biologis, tubuh, emosi, dan perilaku. Gangguan fisik seperti hipertensi, gangguan pencernaan, dan sariawan juga dapat mengindikasikan adanya stres.

"Stres juga mengakibatkan banyak penyakit, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit autoimun, hingga insomnia," katanya dalam sebuah diskusi daring beberapa waktu lalu.

Oleh karenanya, Bagia mengatakan, penting untuk mengelola emosi dengan baik dibandingkan dengan menahannya. Ia menyarankan untuk memulai meditasi dalam waktu singkat yakni sekitar 15 menit per hari. Fokus merupakan tantangan saat meditasi namun itu adalah hal wajar. Solusinya, terima saja gangguan tersebut saat bermeditasi.

"Amati apa yang mengganggu, akui pemikiran itu, cobalah 'berkomunikasi' dengan pikiran tersebut, dan keluarkan lewat napas,” ucapnya.

Berdasarkan informasi dari Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, terdapat lima langkah untuk melakukan meditasi. Dalam hal ini adalah meditasi dalam posisi duduk.

 

1. Duduk dalam posisi nyaman

Tegakkan punggung namun tetap dalam keadaan rileks dan tenang. Lalu, tutup mata secara perlahan.

2. Rasakan sensasi tubuh

Agar efektif bermeditasi, giring fokus dan kesadaran pada tiap bagian tubuh. Mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sadari di titik mana ketegangan yang dirasakan tubuh, ataupun sensasi lainnya.

3. Sadari napas

Setelah menyadari ketegangan yang dirasakan tubuh, bawalah fokus dan kesadaran pada pernapasan. Rasakan setiap tarikan dan hembusan napas. Caranya adalah dengan merasakan napas yang panjang masuk melewati rongga hidung hingga terasa di dalam kepala, lalu keluar melalui mulut.

4. Sadari pikiran dan emosi

Saat bermeditasi, perlu berfokus pada napas. Namun ketika terdapat pikiran atau emosi yang tiba-tiba muncul dan fokus terlepas dari napas, tidak perlu ditahan dan cukup disadari. Perhatikan pikiran tersebut dan perlahan kembalikan fokus dan kesadaran pada napas.

5. Berterima kasih pada diri sendiri

Langkah meditasi telah selesai. Lalu, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih pada diri sendiri karena telah meluangkan waktu untuk melakukan self-healing atau penyembuhan diri sendiri. Lalu, perlahan buka mata dan bawa kesadaran kembali untuk beraktivitas.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait