Tips Aman Bepergian dengan Transportasi Umum Saat Pandemi

Salah satu aktivitas yang mesti diperhatikan di saat pandemi Covid-19 ialah ketika bepergian dengan alat transportasi umum.
Image title
14 Oktober 2021, 13:00
Tips Aman Bepergian dengan Transportasi Umum Saat Pandemi
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sejumlah calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter berdiri menunggu di peron Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Pergerakan masyarakat mulai meningkat seiring dengan kasus Covid-19 yang mulai menurun. Meski demikian, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, jangan terlena dengan kondisi saat ini. Disiplin protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

“Euforia turunnya kasus Covid-19 tidak boleh menjadikan pemerintah dan masyarakat lengah. Protokol kesehatan justru harus lebih disiplin diterapkan mengingat kegiatan masyarakat sudah mulai berjalan normal,” ujar Wiku kepada media beberapa waktu lalu.

Salah satu aktivitas yang mesti diperhatikan ialah ketika bepergian dengan kendaraan umum. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum bepergian. Pertama, adalah memastikan lokasi yang menjadi tujuan perjalanan bukanlah area yang berisiko tinggi.

Kedua, perhatikan protokol kesehatan yang diterapkan di area destinasi dan tempat tinggal. Ketiga, pastikan orang yang pergi bersama tidak termasuk ke dalam orang yang berisiko tinggi tertular Covid-19. Jika sudah yakin untuk bepergian, perhatikan beberapa hal penting lainnya.

Pakar Kesehatan Amerika Serikat Dokter Faheem Younus memberikan tips aman bepergian dengan bus dan kereta di masa pandemi melalui akun Twitter-nya @FaheemYounous. Menurutnya, terdapat lima langkah yang perlu diperhatikan saat menggunakan bus atau kereta commuter line (KRL) untuk terhindar dari paparan Covid-19.

1. Berdekatan dengan Jendela yang Terbuka

Virus Corona paling cepat menyebar melalui aerosol dan risiko peningkatan semakin besar jika ruangan memiliki ventilasi yang buruk. Oleh karenanya, berada di dekat jendela atau pintu yang terbuka dapat memungkinkan pertukaran udara terjadi.

2. Memakai Masker N95 atau KN95

Berdasarkan penelitian Emergency Care Research Institute (ECRI), KN95 mampu melindungi lebih baik dibanding masker bedah atau masker kain. Namun, masker ini memang tidak sebaik masker N95 yang mampu menyaring aerosol hingga 95 persen dan partikel hingga ukuran 0,3 mikron. 

3. Hindari Berjabat Tangan

Berdasarkan CDC, tangan bisa menjadi media penularan ketika mengandung virus lalu menyentuh hidung dan mulut. Sehingga, virus dapat masuk ke saluran pernapasan.

4. Usahakan Kurang dari 15 Menit

Agar terhindar dari paparan virus, hindari bertatap muka dengan pasien atau orang yang terpapar Covid-19 dalam radius satu meter selama lebih dari 15 menit.

5. Gunakan Hand Sanitizer 

Dianjurkan untuk selalu membawa hand sanitizer yang muat dimasukkan ke dalam tas atau saku agar gampang digunakan. Hal ini memudahkan untuk penggunaan di transportasi umum yang sulit akses tempat cuci tangan.

Hand sanitizer dapat digunakan sementara untuk membersihkan tangan. Ketika ada tempat cuci tangan, segera cuci dengan sabun.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait