Tarif Pungutan Kelapa Sawit Maksimal US$ 50 per Ton

Pemerintah memperkirakan dana pengembangan industri sawit yang bisa dikelola BLU mencapai US 700 jutaUS 800 juta setiap tahunnya
Aria W. Yudhistira
8 Juni 2015, 15:18
Kelapa sawit
KATADATA
Pemerintah memperkirakan, dana pengembangan industri sawit yang bisa dikelola BLU mencapai US$ 700 juta-US$ 800 juta setiap tahunnya.

KATADATA ? Pemerintah akan menarik dana perkebunan kelapa sawit sebesar US$ 20-US$ 50 per ton. Saat ini pemerintah sedang memfinalisasi pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) yang akan menarik dan mengelola dana tersebut. 

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pembentukan BLU tersebut akan rampung pada pekan depan. Saat ini, peraturan presiden (Perpres) yang mengatur pembentukannya tengah disiapkan.

?Dalam seminggu ini rampung. Akan ada rapat lagi dalam minggu ini untuk merampungkannya,? kata dia seusai mengikuti rapat koordinasi pembentukan BLU dana perkebunan kelapa sawit di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (8/6).

Saleh menyebutkan, masih ada beberapa persoalan yang masih perlu dibenahi, seperti besaran tarifnya. ?Ada variasi (tarif). Itu sedang dibahas,? kata dia.

Advertisement

Di kesempatan yang sama, Dirjen Industri Argo Kemenperin Panggah Susanto menjelaskan, tarif pungutan tersebut bervariasi, mulai dari US$ 20 sampai US$ 50 per ton. Dia memastikan bahwa tarif ini akan dikenakan bagi industri crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO), sedangkan produsen biodiesel tidak dikenakan tarif.

Nantinya, jumlah olahan sawit yang dikenakan pungutan oleh BLU ini hanya sebesar 13 item. Jumlah ini merupakan penurunan dari jumlah yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Bea Keluar sebanyak 32 item.

?Jadi memang tidak sama nanti tarif-tarifnya, seperti minyak goreng itu (pungutannya) lebih rendah,? kata Panggah.

Lebih lanjut dia mengatakan, semangat dari penetapan tarif ini untuk memastikan bahwa pungutan hanya dilakukan sekali di hulu industri. Pungutan ini untuk menunjang pengembangan industri hilir kelapa sawit. Nantinya, produk-produk industri kelapa sawit tidak akan dikenakan tarif kembali.

?Jadi bagaimana hilirisasi itu akan berjalan dan berkelanjutan,? kata Panggah.

Pemerintah memperkirakan, dana pengembangan industri sawit yang bisa dikelola BLU mencapai US$ 700 juta-US$ 800 juta setiap tahunnya. Dana tersebut berasal dari pungutan sebesar US$ 50 per ton untuk ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan US$ 30 per ton untuk ekspor olein.

Selain persoalan tarif, Perpres tersebut nantinya juga akan mengatur sanksi bagi perusahaan yang tidak mengikuti program ini. Selain itu juga mengatur Dewan Pengawas dan Dewan Pembina dari BLU tersebut.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait