Benarkah Vaksinasi Covid-19 Menyebabkan “Rahim Kering”?

Vaksinasi Covid-19 dituding menjadi penyebab gangguan kesuburan pada perempuan. Hal ini lantaran ada dugaan bahan baku vaksin mengandung protein sama dengan yang terdapat pada plasenta.
Cindy Mutia Annur
29 Juni 2021, 09:29

Jagat media sosial kerap dihebohkan dengan sejumlah mitos mengenai vaksinasi Covid-19. Salah satunya efek vaksin yang dikatakan dapat menyebabkan “rahim kering” atau gangguan kesuburan pada perempuan.

Dugaan ini muncul ketika ada informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa vaksin corona diduga mengandung protein Syncytin-1. Sementara, protein ini juga ditemukan di dalam plasenta bayi. (Baca: Manfaat Vaksin AstraZeneca Lebih Besar daripada Mudaratnya)

Faktanya, bahan baku vaksin Covid-19 berupa protein spike dari virus yang telah dilemahkan. Adapun protein spike berbeda dengan Syncytin-1. 

Para ahli membantah rumor vaksin sebagai penyebab infertilitas perempuan. Vaksin Covid-19 pun telah melewati berbagai uji coba termasuk terkait efek samping pada masalah kehamilan.  Perempuan yang berencana hamil pun dapat menerima vaksin ini. (Baca: Tali Masker, Modis tapi Berbahaya)

Laporan John Hopkins Medicine menyatakan bahwa selama uji coba vaksin Pfizer, sebanyak 23 sukarelawan wanita yang terlibat dalam penelitian tersebut berhasil hamil. Satu-satunya yang mengalami keguguran yakni sukarelawan yang  yang tidak divaksin atau yang disuntik plasebo.

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.