Umbi Porang Jadi Unggulan Ekspor

Kementerian Pertanian menargetkan luas tanam umbi porang mencapai 100 ribu ha pada 2024.
Image title
21 September 2021, 08:24

Porang merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang menjadi salah satu produk unggulan ekspor komoditas pertanian. Dahulu, porang hampir diabaikan oleh masyarakat karena umbinya dapat menyebabkan gatal-gatal jika tidak diolah dengan baik. Tetapi kini banyak petani yang berminat membudidayakan porang karena nilai usaha taninya yang cukup menggiurkan.

Tanaman asli Indonesia ini termasuk jenis umbi-umbian yang tidak bertunas dan dapat tumbuh di jenis tanah apapun dengan ketinggian 0-700 mdpl. Porang kaya akan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat makanan. Karbohidrat merupakan komponen penting pada umbi porang yang terdiri atas pati, glukomannan, serat kasar, dan gula reduksi. Kandungan glukomannan yang cukup tinggi menjadi ciri khas dari umbi porang.

Kandungan glukomannan yang cukup tinggi pada porang dimanfaatkan untuk berbagai industri pangan, seperti konyaku, shirataki (berbentuk mie), sebagai bahan campuran/tambahan pada berbagai produk kue, es krim, permen, dan jeli. Selain itu, glukomannan dimanfaatkan oleh industri kimia dan farmasi, sebagai bahan pelapis, bahan perekat (lem, cat tembok), dan pelapis kedap air.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, sepanjang 2019 ekspor porang tanah air sebesar 11.721 ton dengan nilai Rp 644 miliar. Sementara pada 2020 jumlahnya naik menjadi 20.476 ton dengan nilai Rp 924,3 miliar. Jepang, Tiongkok, Taiwan, Vietnam, dan Thailand menjadi negara tujuan utama ekspor porang Indonesia.

Saat ini luas eksisting porang mencapai 47.461 ha yang tersebar di 15 provinsi. Kementerian Pertanian memiliki target tanam porang pada 2021 seluas 10.000 ha tersebar di Provinsi Aceh 1.000 ha, Jawa Barat 1.000 ha, Jawa Tengah 1.500 ha, Jawa Timur 3.000 ha, NTT 1.000 ha, NTB 500 ha dan Sulsel 2.000 ha. Pada 2024 luas eksisting porang ditargetkan menjadi 100.000 ha dan didukung industri hilir atau olahan dan pasarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.