Persaingan Startup di Bisnis Bank

Sejumlah perusahaan teknologi rintisan atau startup mulai menyasar sektor bisnis perbankan. Sekurangnya ada tujuh bank yang sahamnya dimiliki startup.
Reza Pahlevi
22 Januari 2022, 09:40

Masuknya Bukalapak sebagai pemilik 11,9% saham Allo Bank menambah deretan perusahaan teknologi rintisan (startup) yang masuk ke bisnis perbankan di Indonesia. Tercatat, ada tujuh bank di Indonesia yang sebagian sahamnya dimiliki oleh startup.

Pertama, Gojek (kini GoTo) melakukan investasi Bank Jago lewat PT Dompet Karya Anak Bangsa atau Gopay pada akhir 2020. GoTo saat ini pun tercatat memiliki 21,4% saham di bank yang dulunya bernama Bank Artos ini.

Dua bank selanjutnya adalah bank digital yang terafiliasi dengan startup luar negeri. Induk Shopee, SeaGroup, tercatat memiliki 94,95% saham SeaBank lewat Danadipa Artha Indonesia. Sementara itu, LINE Corporation tercatat memiliki 20% saham Bank KEB Hana yang meluncurkan bank digital bernama LINE Bank.

Meski belum berstatus bank digital, ada tiga bank kecil yang sahamnya sudah dimiliki startup. Startup sekuritas Ajaib tercatat menggenggam 24% saham Bank Bumi Arta dan startup bayar nanti (paylater) Kredivo menguasai 40% saham Bank Bisnis Internasional.

Terakhir, startup asal Hong Kong WeLab mengakuisisi Bank Jasa Jakarta untuk masuk ke pasar perbankan digital Indonesia. Pada tahap awal, WeLab memiliki 24% saham Bank Jasa Jakarta. WeLab berencana menguasai penuh 100% saham Bank Jasa Jakarta setelah mendapat izin dari OJK.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.