Waspadai Long Covid Pascasembuh dari Covid-19

Walaupun masih alami gejala Covid-19, bukan berarti menular. Gejala ini adalah efek jangka panjang dari serangan viru corona.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
4 November 2020, 13:04

Meski telah dinyatakan sembuh, sejumlah pasien melaporkan mereka masih tetap merasakan gejala-gejala Covid-19. Kondisi itu disebut oleh tenaga medis dengan long covid.  Sisa gejala yang dirasakan bisa berdampak kepada fisik maupun sisi psikologis penderita. Gejala yang ada bisa menetap selama beberapa pekan bahkan bulan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Yang perlu dipastikan bahwa meskipun tetap merasakan gejala tetapi bukan berarti orang bersangkutan masih infeksius alias dapat menularkan Covid-19. Gejala yang dialami merupakan efek jangka panjang serangan virus corona.

WHO menyatakan, gejala yang dilaporkan relatif beragam. Ada yang terkait gangguan fungsi organ tubuh utama. Sebagian lain lebih merasakan mudah lelah, kesulitan bernapas, nyeri sendiri, batuk, nyeri dada, dan anosmia.  

Hingga kini, Covid-19 diketahui belum ada obat dan vaksin pun tengah proses dibuat. Maka dari itu, pencegahan adalah hal terbaik. Pemerintah Indonesia telah meminta masyarakat untuk patuh #ingatpesanibu dengan melakukan gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan). Sejauh ini, gerakan tersebut ampuh menghentikan laju penularan virus hingga 85 persen.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.