Beban Bunga Naik, Laba Surya Semesta Menurun

Penulis:

Editor:

14/5/2013, 11.11 WIB

Laba bersih PT Surya Semesta Internusa Tbk SSIA pada kuartal I2013 menurun 101 persen menjadi Rp 2003 miliar

konstruksi properti
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Laba bersih PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), emiten di sektor konstruksi, pada kuartal I-2013 menurun sebesar 10,1 persen dari Rp 222,7 miliar periode sama tahun lalu menjadi Rp 200,3 miliar. Jumlah ini hanya mencapai 23,6 persen dari target laba bersih perseroan pada tahun ini sebesar Rp 850 miliar.

Manajemen perseroan menyebutkan penurunan disebabkan melemahnya pencatatan penjualan lahan industri dan peningkatan beban bunga konsolidasi SSIA terkait pengeluaran obligasi pada Oktober 2012. Akibatnya, margin laba bersih (net profit margin/ NPM) perseroan turun dari 25,2 persen menjadi 18,1 persen.

Hingga bulan ketiga 2013, SSIA berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,1 triliun dari target tahun ini sebesar Rp 4,3 triliun. Dari tiga segmen usaha perseroan, jasa konstruksi menjadi penyumbang pendapatan terbesar sekitar Rp 659,8 miliar atau 59,6 persen dari total pendapatan.

Kemudian disusul masing-masing oleh sektor properti Rp 327,2 miliar (29,6 persen) dan perhotelan (10,8 persen). Meski begitu, perseroan masih mengandalkan sektor properti dan perhotelan sebagai penggerak kinerja perusahaan, yang masing-masing memiliki margin laba kotor sebesar 67,5 persen dan 64,4 persen. Sementara margin laba kotor jasa konstruksi hanya 9,3 persen.

Pada tahun lalu, Surya Semesta membukukan pendapatan Rp 3,6 triliun naik 23,8 persen dibandingkan pendapatan 2012 sebesar Rp 2,9 triliun. Kenaikan pendapatan mendorong peningkatan laba bersih hingga 165,5 persen menjadi Rp739,6 miliar. Adapun laba bersih per saham (earning per share/ EPS) perseroan tercatat Rp 150 dari sebelumnya Rp 55 per saham.

Dibandingkan dengan emiten di sektor konstruksi dengan kapitalisasi pasar selevel, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), pertumbuhan pendapatan usaha dan laba SSIA tergolong lebih rendah. Pada kuartal I-2013, PTPP berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 79,6 persen menjadi 1,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersihnya tercatat naik 50,6 persen menjadi Rp 42,5 miliar.

Namun secara fundamental, kinerja keuangan SSIA jauh lebih baik dari PTPP. Tingkat rasio laba bersih terhadap aset (RoA) dan rasio laba bersih terhadap ekuitas (RoE) SSIA masing-masing sebesar 4,03 persen dan 11,1 persen. Sedangkan RoA dan RoE dari PTPP masing-masing sebesar 0,5 persen dan 2,5 persen. Begitu juga dengan rasio harga saham (price earning ratio/PER) SSIA sebesar 10,05 kali, lebih rendah dari PTPP yang mencapai 23,09 kali.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan