Berapa Jumlah Mobil Murah untuk Jabodetabek?

Penulis:

Editor:

30/9/2013, 00.00 WIB

Kebijakan pemerintah mengenai mobil murah dan ramah lingkungan atau dikenal dengan low cost green car telah menimbulkan polemik karena akan menambah kemacetan di JakartaPemda DKI Jakarta sebelumnya telah menyampaikan keberatan terkait

1693.jpg
Arief Kamaludin | KATADATA
KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA ? Kebijakan pemerintah mengenai mobil murah dan ramah lingkungan atau dikenal dengan low cost green car telah menimbulkan polemik karena akan menambah kemacetan di Jakarta.

Pemda DKI Jakarta sebelumnya telah menyampaikan keberatan terkait dengan kebijakan LCGC tersebut. Pertimbangannya, kebijakan pemerintah pusat itu bertabrakan dengan upaya pemerintah DKI untuk mengatasi problem kemacetan lalu lintas Jakarta yang sudah sangat parah.

Pertanyaannya, berapa banyak mobil murah yang akan dipasarkan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya?

Menurut Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi dalam keterangan pers sebelumnya, mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), rata-rata 20 persen dari penjualan mobil nasional dijual untuk pasar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

Misalnya pada 2012, jumlah mobil yang terjual sebanyak 1,1 juta unit kendaraan bermotor roda empat. Mengacu pada perkiraan Kementerian Perindustrian, kendaraan roda empat yang dipasarkan untuk Jabodetabek diperkirakan sebanyak 200 ribu unit. Ini mencakup berbagai kategori kendaraan, yakni sedan, multi purpose vehicle (MPV), sport utility vehicle (SUV), bus dan pick up atau truk.  

Selama delapan bulan pertama, Januari hingga Agustus 2013, jumlah mobil yang terjual sebanyak 790 ribu unit. Gaikindo memperkirakan penjualan mobil hingga akhir tahun akan kembali mencapai 1,1 juta unit, termasuk perkiraan penjualan mobil murah dalam beberapa bulan tersisa. Bahkan, Frost & Sullivan, sebuah lembaga konsultan pemasaran internasional, memperkirakan penjualan mobil di Indonesia akan mencapai 1,2 juta unit, juga mencakup penjualan mobil murah dan ramah lingkungan.

Menurut perkiraan Gaikindo, pada 2013, jumlah mobil murah yang bisa diproduksi sekitar 30 ribu unit. Jika seluruh mobil tersebut laku terjual dan diperkirakan 20 persen akan diserap untuk pasar Jabodetabek, maka jumlah untuk kawasan ibukota dan kota sekelilingnya akan mencapai 6 ribu unit. Sedangkan, untuk pasar Jakarta saja, Gaikindo menyebutkan jumlah mobil yang akan diserap pada 2013 sekitar 3 ribu unit atau 10 persen dari total produksi LCGC.

Dengan panjang mobil sekitar 3,5 meter per unit, diperkirakan tambahan 3.000 unit mobil murah tersebut membutuhkan panjang jalan sekitar 16 kilometer. Ini dengan asumsi setiap kendaraan membutuhan tambahan jarak rata-rata 1 meter di depan dan 1 meter di belakang kendaraan.

Kebutuhan tambahan panjang jalan tersebut setara dengan 2.750 unit mobil baru, untuk jenis multi purpose vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Jazz dan lainnya yang masing-masing memiliki panjang sekitar 4 meter per unit. Artinya, dengan kebutuhan panjang jalan yang sama, jumlah mobil murah akan lebih banyak ditampung ketimbang mobil yang lebih mahal.

Saat ini, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum, panjang jalan di Jakarta sekitar 7.200 km. Pertumbuhan jalan sekitar 0,01 persen per tahun. Dengan demikian, pertambahan jumlah kendaraan akan menambah kemacetan. Kehadiran mobil murah dipastikan akan semakin memperparah kemacetan lalu lintas.

Reporter: Aria W. Yudhistira

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan