Saka Akan Ajukan Penawaran di Pengujung Lelang Blok Migas

Penulis: Arnold Sirait

12/12/2017, 18.36 WIB

Untuk beberapa blok migas, skema gross split di Indonesia lebih bagus dibandingkan bentuk kerja sama yang diterapkan di Amerika Serikat.

Migas
Katadata | Dok.

PT Saka Energi Indonesia menyatakan minatnya mengikuti lelang blok minyak dan gas bumi (migas) yang digelar tahun ini. Bahkan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero)/PGN ini akan mengajukan lelang yang nantinya menggunakan skema kontrak gross split pada penghujung lelang.

Direktur Utama Saka Tumbur Parlindungan masih belum mau menyebut nama blok yang diincarnya. Namun, blok itu berada di Indonesia Timur.  “Saka juga mau memasukkan (penawaran) satu blok di Indonesia Timur tanggal 29 September 2017,” kata dia di Jakarta, Selasa (12/12).

Salah satu alasan mengincar blok tersebut karena di kawasan timur memang belum banyak eksplorasi dibandingkan pulau Jawa. Selain itu, Saka sudah melakukan studi bersama (joint study) di blok tersebut. Sehingga diperkirakan ada potensi.

Menurut Tumbur, perusahaannya juga tidak mempermasalahkan skema kontrak yang akan digunakan ketika mendapatkan hak kelola blok tersebut. Nantinya, pemenang lelang blok migas tahun ini memang menggunakan skema kontrak bagi hasil gross split.

Tumbur mengatakan perusahaannya juga sudah memiliki pengalaman menggunakan skema yang sama dengan gross split ketika mengelola blok Fasken di Amerika Serikat. Bahkan untuk beberapa blok migas, skema gross split di Indonesia lebih bagus dibandingkan bentuk kerja sama yang diterapkan di Amerika Serikat.

“Lebih bagus Indonesia malah kadang-kadang, tergantung lokasi. Namun jangan bandingkan dengan kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC),” kata Tumbur.

Sebelumnya, Tumbur mengatakan ada dua blok yang sedang diincar Saka. Keduanya adalah blok Pekawai dan West Yamdena. Semua termasuk kategori lelang penawaran langsung.

Mengutip situs Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), blok Pekawai berada di Kalimantan Timur, yang sebagian wilayahnya merupakan darat (onshore) dan laut (offshore). Perkiraan cadangannya sekitar 742 TCF.

Sedangkan West Yamdena ada di Maluku Tenggara. Wilayah kerjanya berada di onshore dan offshore. Perkiraan cadangannya 355,15 MMBO atau 2.359,29 BSCF.

Di sisi lain, batas akhir pemasukan dokumen partisipasi untuk lelang skema penawaran langsung dan reguler diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2017. Sebelumnya adalah 27 November 2017.

(Baca: Lelang Blok Migas Skema Gross Split Diundur Lagi Hingga Akhir Tahun)

Sementara itu untuk pengambilan dokumen lelang mundur menjadi 24 Desember 2017. Awalnya batas akhir pengambilan dokumen itu yakni 20 November 2017.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan