Bob memperkirakan dana yang disiapkan pada tahun ini akan terserap sebesar 98-99 persen, seperti yang terjadi di tahun 2016.
Uang rupiah
Arief Kamaludin (Katadata)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyiapkan uang tunai sebesar Rp 32,1 triliun untuk kebutuhan akhir tahun, menjelang Natal dan Tahun Baru 2018. Bank pelat merah ini memperkirakan kebutuhan uang tunai akhir tahun ini naik 10 persen dibandingkan dana yang disiapkan tahun sebelumnya sebesar Rp 29 triliun.

Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob Tyasika Ananta menjelaskan dana yang disiapkan ini memang terlihat besar, tetapi dari total tersebut yang akan dipenuhi oleh kas internal sebesar Rp 22,4 triliun. Sisanya, sebesar dipenuhi dari eksternal yakni gelontoran dari Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 9,7 triliun.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Kalau dilihat kebutuhan cash (uang tunai) naik 10 persen secara nominal," ujar Bob saat diskusi dengan media, di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Senin (18/12). "Pemenuhan dari internal naik 8 persen dari tahun lalu dan pemenuhan eksternal naik 15 persen." (Baca: BI Siapkan Uang Tunai Rp 194 Triliun untuk Natal dan Tahun Baru)

Dari total kebutuhan uang tunai tahun lalu sebesar Rp 29 triliun, sekitar Rp 20,6 triliun dari internal dan total yang dipenuhi dari  eksternal berada di posisi Rp 8,45 triliun. Bob memperkirakan dana yang disiapkan pada tahun ini akan terserap sebesar 98-99 persen, seperti yang terjadi di tahun 2016.

Menurutnya, jika dihitung secara bersih (net), kebutuhan cash pada akhir tahun ini justru mengalami penurunan. Kenaikan jumlah yang disiapkan lebih karena adanya peningkatan jumlah outlet dan agen BNI, sehingga pemenuhan kebutuhan uang cash bertambah. Kenaikan jumlah outlet dan agen ini mencapai 20 persen, sedangkan kebutuhan cash hanya naik 10 persen.

Penurunan penyiapan uang tunai secara net ini disebabkan oleh produk layanan perbankan digital yang disiapkan oleh BNI. Bob mencontohkan, elektronifikasi jalan tol juga menjadi faktor pendorong penggunaan uang elektronik milik BNI yaitu TapCash. Saat ini, transaksi di BNI melalui platform digital telah mencapai 70-80 persen.

Meski begitu, dia masih yakin banyak masyarakat yang akan tetap menggunakan uang cash. Biasanya, kebutuhan akan meningkat di tanggal 22-23 Desember 2017. "Kebutuhan cash-nya bisa naik, peak-nya rata-rata bisa 2-3 kali kebutuhan normal," ujarnya.

Berdasarkan pembagian wilayah, dana tersebut akan didistribusikan di jaringan BNI yang tersebar di kawasan Jakata, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar sebesar Rp 6,5 triliun. Sedangkan, di luar Jabodetabek, BNI bakal mempersiapkan kebutuhan dana mencapai Rp 25,6 triliun.

Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai ini, BNI telah memiliki ATM sebanyak 17.966 di seluruh Indonesia dengan jumlah kantor sebanyak 2.102 unit. BNI juga tergabung dalam ATM Link Himbara yang berjumlah lebih dari 60.000 unit. (Baca: BNI Buat Aplikasi Bayar Jajan di Kaki Lima Tanpa Uang Tunai)

Artikel Terkait
"Pelaksaan angkutan Nataru ini sama dengan tahun lalu, kami mencapai zero accident," kata Dirut KAI Edi Sukmoro
Selama masa liburan, nasabah tetap dilayani dengan jaringan elektronik seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mobile banking, dan internet.
Ini dilakukan mulai 22 Desember 2017 pukul 00.00 WIB hingga tanggal 1 Januari pukul 24.00 WIB.