Selama 2017, Enam Proyek Strategis Nasional Rampung Dibangun

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Yuliawati

20/12/2017, 18.37 WIB

Proyek yang dikerjakan 2017 berupa kontruksi infrastruktur skala besar yang memakan waktu.

Infrastruktur Tol Salatiga
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Pembangunan tol Salatiga.

Pemerintah merampungkan 26 Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga 19 Desember 2017. Sebagian besar yakni sebanyak 20 proyek telah diselesaikan di 2016. Selama 2017, hanya enam PSN yang rampung dikerjakan.

Enam proyek yang dikerjakan sepanjang tahun ini yakni jalan tol Akses Tanjung Priok, jalan tol Soreang - Pasirkoja, jalan tol Surabaya - Mojokerto, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau (Kalimantan Barat), PLBN Nanga Badau (Kalimantan Barat), serta PLBN Wini (Nusa Tenggara Timur). Total nilai enam proyek infrastruktur tersebut mencapai Rp 13,1 triliun.

Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo menyatakan sebagian proyek yang dikerjakan 2017 berupa kontruksi infrastruktur skala besar yang memakan waktu. Berbeda dengan tahun lalu dengan kondisi proyek telah berjalan beberapa tahun sebelumnya dan dipercepat.

"Jadi tidak bisa juga dibandingkan," kata Wahyu saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/12).  (Baca: Hingga November, Empat Proyek Infrastruktur Strategis Rampung)

Proyek Strategi Nasional terdiri dari 245 proyek dan tiga program. Saat ini 145 proyek serta satu program infrastruktur strategis telah masuk konstruksi, sembilan proyek masuk dalam transaksi, serta 86 proyek dan satu program yang masuk persiapan.

"Ada juga proyek yang selesai seperti beberapa ruas di tol Medan - Binjai. Tapi karena dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tentang PSN tol tersebut terdiri dari tiga ruas maka kami tidak masukkan," kata Wahyu.

Adapun khusus program ketenagalistrikkan 35 gigawatt, Wahyu mengatakan hingga saat ini 998 megawatt telah beroperasi, 15.676 megawatt dalam tahap konstruksi, serta 13.782 megawatt telah mendapat Power Purchase Agreement.

"Sedangkan 3.136 megawatt dalam tahap pengadaan, serta 2.228 megawatt masih perencanaan," ujarnya. (Baca Ekonografik: 3 Tahun Jokowi-JK | Mimpi Besar Bangun Infrastruktur)

Direktur Program KPPIP Rainier Haryanto mengingatkan bahwa status PSN bukan berarti proyek ini harus rampung 2019. Namun paling tidak pada akhir 2018 atau kuartal I 2019 sudah harus mulai berjalan. "Kriteria dasarnya harus mulai konstruksi paling lambat saat itu," ujarnya.

Sebanyak 20 proyek infrastruktur yang telah diselesaikan pada tahun lalu yakni jalan tol Gempol - Pandaan, Bandara Sentani, Bandara Fatmawati (Bengkulu), Bandara Juwata (Tarakan), Bandara Mutiara (Palu), Bandara Matahora (Wakatobi), Bandara Labuan Bajo, serta pengembangan Bandara Soekarno Hatta.

Selain itu ada Pelabuhan Kalibaru, Pipa Gas Belawan - Sei Mangkei, PLBN Entikong, PLBN Mota'ain, PLBN Motamassin, PLBN Skouw, Bendungan Paya Seunara, Bendungan Rajui, Bendungan Jatigede, Bendungan Bajulmati, Bendungan Nipah, serta Bendungan Titab.

(Baca: Pertaruhan Jokowi di Proyek Infrastruktur)

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan