Pemerintah tak mencapai target kunjungan wisata mancanegara tahun 2017 akibat erupsi Gunung Agung.
Erupsi Gunung Agung
Petugas maskapai memberi penjelasan mengenai penghentian penerbangan saat erupsi Gunung Agung kepada warga negara asing di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Senin (27/11). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, total kerugian akibat erupsi Gunung Agung, Bali selama 40 hari mencapai Rp 19 triliun. Kerugian terutama disebabkan anjloknya kunjungan wisata mancanegara (wisman) dan menyebabkan target kunjungan turis 2017 tak tercapai.

Luhut mengatakan, erupsi Gunung Agung ini bahkan membuat Tiongkok memberikan peringatan perjalanan atau travel warning bagi warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia. Akibatnya, tak ada satupun turis asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia saat itu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Perhitungannya selama 40 hari, sebagai dampaknya tak ada kunjungan turis," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (8/1). (Baca: Badan Geologi Turunkan Radius Aman Gunung Agung Jadi 6 Kilometer)

Untuk kawasan pariwisata Bali, kerugian selama letusan Gunung Agung diperkirakan mencapai Rp 9 triliun. Angka tersebut diambil dari hilangnya pendapatan rata-rata sebesar Rp 15 ribu per hari dari tiap turis yang berkunjung. "Bali itu dampaknya luar biasa," kata Luhut.

Luhut berharap agar proses pemulihan terhadap pariwisata di Bali bisa segera selesai. Dia juga berharap agar di tahun ini kunjungan wisman dapat membaik. "Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang bisa terjadi," kata Luhut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan bahwa kunjungan wisman selama 2017 hanya 91% dari target yang ditetapkan. Kemenpar menargetkan jumlah wisman mencapai 15 juta selama 2017/ Namun, jumlah kunjungan wisman pada 2017 hanya mencapai 13,7 juta orang. 

"Jumlah wisman tidak tercapai, maunya 15 juta tapi dapatnya 13,7 juta atau 91%. Wisatawan nusantara (wisnus) tercapai dari 265 juta menjadi 277 juta," kata Arief.

(Baca: Erupsi Gunung Agung, Turis Asing ke Bali Turun 104 Ribu Orang)

Arief mengatakan, tidak tercapainya target tersebut karena perkiraan pemerintah pemulihan kunjungan wisman setelah letupan Gunung Agung baru terjadi pada akhir Desember 2017. Padahal, pemerintah sempat memprediksi kunjungan wisman sudah pulih sejak November 2017.

"Itupun sangat akhir tanggal 22 Desember 2017 ketika kunjungan Pak Presiden (Joko Widodo) ke sana," kata Arief.

Kendati target di tahun lalu tak tercapai, Arief optimistis pada 2018 jumlah kunjungan wisman bisa meningkat hingga 17 juta. Arief yakin hal itu bisa tercapai karena pemulihan penuh setelah letupan Gunung Agung akan terjadi pada Januari 2018. "Akhir bulan ini ada Imlek dan diperkirakan menyedot 18 ribu (kunjungan wisman) per hari," kata Arief.

Selain itu, terdapat program pariwisata paling besar milik pemerintah, yakni Visit Wonderful Indonesia 2018. Kemenpar juga memiliki program Calender of Event yang berisikan banyak acara kebudayaan Indonesia.

Dalam calender of event juga terdapat acara IMF-WB dan Asian Games yang diprediksi menarik minat banyak wisman. "Berdasarkan survei 60% orang lebih menginginkan cultural event," kata Arief.

Artikel Terkait
Meski radius aman sudah diturunkan, status Gunung Agung masih tetap awas.
Ada 20 ribu debitur di wilayah itu yang terdampak erupsi Gunung Agung sehingga kreditnya perlu direstrukturisasi.
"Penurunan terbesar terjadi karena erupsi yang terjadi di Gunung Agung," kata Kepala BPS Suhariyanto