Di Depan Jokowi, Aher Klaim Kemiskinan Jabar Turun

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Arnold Sirait

16/1/2018, 12.05 WIB

Aher mengklaim jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2017 hingga September 2017 turun 394 ribu jiwa.

Gubernur Jawa Barat
ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Gubernur provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan (ketiga kanan) dan Wakil Gubernur provinsi Jawa Barat Deddy Mizwar (kanan) di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/3).

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengklaim adanya penurunan angka kemiskinan di provinsi yang dipimpinnya itu. Klaim tersebut disampaikan di depan Presiden Joko Widodo saat acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar dan Program Keluarga Harapan di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (16/1).

Menurut Aher, panggilan Ahmad Heryawan, angka kemiskinan di Jabar periode September 2017 hanya mencapai 7,8% atau lebih rendah daripada Maret 2017 yang mencapai 8,7%. Secara populasi, dalam periode tersebut angka kemiskinan turun 394 ribu jiwa. "Ini mungkin penurunan paling besar selama saya menjabat," kata dia.

Selain itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengatakan ada peningkatan indeks pendidikan tahun 2016 menjadi 61,3 poin dibandingkan tahun 2015 yang hanya 60,4 poin. Sedangkan lama sekolah di Jabar saat ini mencapai 7,22 tahun di Kabupaten dan 9,92 tahun di kota.

Atas dasar itu, Aher berharap adanya program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bisa meningkatkan taraf hidup di daerahnya. "Kami harap KIP dapat memacu upaya peningkatan pendidikan di Jawa Barat," kata dia.

 

Sementara itu Presiden Joko Widodo, pagi ini, memberi pengarahan kepada 1.771 KIP dan 1.000 penerima PKH di kota Banjar, Jawa Barat. Salah satu arahannya adalah agar tidak menyalahgunakan program bantuan sosial itu untuk keperluan lain. Jika tetap melanggar akan dikenakan sanksi berupa pencabutan bantuan.

Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo, juga berpesan kepada orang tua agar PKH dapat digunakan untuk meningkatkan gizi anak-anak lantaran dampaknya baru terasa 20 hingga 30 tahun mendatang. "Jadi jangan bapaknya yang makan telur dan ikan, tapi anaknya dulu," kata dia.

Sedangkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa mengatakan provinsi Jawa Barat ada tambahan penerima PKH sebanyak 453 ribu keluarga penerima manfaat. Hal ini seiring tambahan PKH nasional sebanyak 4 juta keluarga penerima manfaat. "Sebanyak 2.800 ada di kota Banjar dan ini merupakan bagian penguatan ekonomi," ujar dia.

 

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan