Keempat kandidat yaitu Chatib Basri, Bambang Brodjonegoro, Perry Warjiyo, dan petahana Agus Martowardojo.
Agus bambang
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Gubernur BI Agus Martowardojo (tengah) merupakan dua dari empat nama calon Gubernur BI baru yang disampaikan kepada Presiden. Arief Kamaludin|Katadata

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi membenarkan sebanyak empat nama telah disodorkan kepada Presiden Joko Widodo, untuk menjadi kandidat Gubernur Bank Indonesia (BI). Nama-nama tersebut sudah dibahas dengan Presiden dan Wakil Presiden.

Keempat nama yang disodorkan yaitu Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, dan petahana Agus Martowardojo. Sebelumnya, sempat muncul juga nama Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara, namun Sofjan tidak menyebut nama ini.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca juga: Beredar Nama-Nama Potensial Gubernur BI, Chatib Basri Disebut)

“Tinggal nunggu keputusan Presiden saja, Presiden sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing kandidat,” kata Sofjan di Jakarta, Jumat (9/2). Sebelumnya, Jokowi menyatakan bakal mengajukan kandidat terpilih ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Februari 2018 ini.

Nantinya, kandidat akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi Keuangan DPR. Sebelumnya, Ketua Komisi Keuangan DPR Melchias Marcus Mekeng mengatakan uji kelayakan dan kepatutan kemungkinan bakal digelar pada April 2018.

Menurut Sofjan, Presiden bakal memilih kandidat yang memiliki kemampuan untuk menjaga ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. “Tentu (kandidat yang dipilih) harus disesuaikan dengan situasi dunia yang tengah ada ketidakpastian,” kata dia.

(Baca juga: Mengekor Bursa AS, Indeks di Bursa Saham Global Berjatuhan)

Selain itu, Presiden juga bakal memilih kandidat yang bisa bekerja sama dengan Menteri keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebab stabilitas ekonomi, termasuk fiskal dan moneter harus dijaga bersama-sama.

Ia pun menekankan pemilihan kandidat tidak dengan mempertimbangkan aspek tahun politik. Sebab, BI merupakan lembaga yang independen, terpisah dari pemerintah.

Artikel Terkait
Utang luar negeri pemerintah tumbuh 14,1% pada 2017. Pertumbuhan tersebut tertinggi dalam empat tahun belakangan.
Bank Indonesia belum berencana untuk mewajibkan perusahaan untuk melakukan transaksi dagang internasional dengan mata uang lokal.
"Menjelang Maret atau menjelang Juni akan terjadi volatilitas (kurs). BI akan selalu ada di pasar dan BI akan hadir seandainya tidak sesuai fundamental."