KKP berharap agar Pelni menyediakan transportasi demi memudahkan pengangkutan dan pengiriman produk kelautan dan perikanan Indonesia.
Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendengarkan tanggapan anggota dewan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta (22/1). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan bisnis dan investasi logistik dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan. Pasalnya tanpa peran sistem logistik yang kuat, peningkatan ekonomi berbasis kelautan sulit dioptimalkan .

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan peningkatan ekonomi kelautan belum tercapai secara maksimal karena koneksi bisnis yang masih lemah. “Ikan sudah banyak, tapi ada keluhannya nelayan susah cari pasar,” kata Susi dalam keterangan resmi, Selasa (13/2).

Karenanya ia menilai agar bisnis dan investasi baik dari dalam maupun luar negeri, bisa bergerak secara bersamaam untuk memperbaiki industri perikanan nasional, terlebih pemerintah tengah menggaungkan misi merebut kembali kedaulatan laut.

Selain itu, optimalisasi pemanfaatan fasilitas transportasi milik negara juga perlu dilakukan guna memangkas biaya dan waktu yang mungkin terbuang. Pasalnya dalam beberapa kesempatan ia pernah mendapati kapal milik PT Pelni selalu kosong sepulang dari Merauke, Aceh atau Timika, Papua.

“Sementara kapal-kapal ikan di Timika dan Merauke nungguin dua minggu sekali untuk angkut ikannya,” jelas Susi.

Karenanya, dia mengusulkan agar Pelni menyediakan transportasi demi memudahkan pengangkutan dan pengiriman produk kelautan dan perikanan Indonesia, terutama di pulau-pulau terluar Indonesia.

Sedangan terkait pengembangan bisnis di tingkat korporasi, Susi juga menginginkan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah, BUMN, dan stakeholder kelautan dan perikanan dalam mengembangkan bisnis dan investasi. Misalnya dengan lebih mengakselerasi peran BUMN sektor kelautan dan perikanan seperti PT Perinus dan Perum Perindo untuk mencapai target peningkatan ekonomi masyarakat kelautan dan perikanan Indonesia.

Selain itu, pengusaha yang butuh bantuan dana pinjaman untuk ekspansi bisnis juga seharusnya dapat diberi fasilitas pinjaman perbankan. Oleh sebab itu dia juga berharap, pola pikir pengusaha mesti berubah ke arah berorientasi usaha perikanan yang berkelanjutan, sehingga pengusaha mampu membuat industri perikanan yang inovatif dan bisa mengolah diversifikasi produk perikanan.

Michael Reily
Artikel Terkait
Dalam kuliah umum dihadapan ratusan alumni UGM, Susi mengaku sulit melakukan penegakan hukum di sektor kelautan dan perikanan
"Insentif lainnya dalam paket kebijakan saya minta juga dikawal," kata Jokowi
Menurutnya hal ini juga akan dibahas di sidang kabinet paripurna dalam waktu dekat.