Menko Darmin Prediksi Ekonomi Kuartal I Kurang dari 5,01%

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

19/3/2018, 13.57 WIB

“Tahun ini karena panen puncaknya April itu kuartal II sehingga di kuartal I pertumbuhan (ekonomi) mungkin lebih kecil.”

Kejar Target Produksi Gabah
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Buruh tani membawa gabah usai panen di salah satu kawasan lumbung padi di Desa Paron, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (10/3). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berupaya mengejar produksi gabah nasional pada tahun 2017 yang ditargetkan mencapai 78 juta ton

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini lebih rendah dari periode sama tahun lalu yang sebesar 5,01%. Salah satu penyebabnya, yaitu mundurnya waktu panen raya padi. Alhasil, kinerja sektor pertanian belum optimal di kuartal pertama.

“Tahun ini karena panen puncaknya April itu kuartal II sehingga di kuartal I pertumbuhan (ekonomi) mungkin lebih kecil,” kata Darmin di kantornya, Jakarta, Senin (19/3). Menurut dia, jika pertumbuhan ekonomi di kuartal I ini bisa sama dengan periode sama tahun lalu saja, pencapaian tersebut sudah bagus.

(Baca juga: Bank Tiongkok Tawarkan Utang Rp 200 Triliun untuk Pertanian Rakyat)

Ia menjelaskan, tahun lalu, panen terjadi lebih awal. Hal tersebut disebabkan oleh adanya panen padi musim gadu (kemarau). Alhasil, pertumbuhan di sektor pertanian berhasil mencapai 7,12% secara tahunan di kuartal I tahun lalu, lebih tinggi dari biasanya yaitu kurang dari 5%.

Namun, panen padi musim gadu yang terjadi dua kali tahun lalu ditengarai berimbas pada pergeseran waktu panen raya tahun ini. “Tampaknya agak terlalu dipaksakan panen gadu-nya dua kali sehingga kedorong dia nanamnya ke depan,” ucapnya.

(Baca juga: Perang Dagang Trump Berpotensi Kurangi Laju Ekonomi Indonesia)

Adapun pergeseran panen padi tahun ini tampak dari harga beras yang belum turun. Rencananya, pemerintah akan mengambil beberapa langkah pada dua minggu ke depan untuk menurunkan harga beras sebelum memasuki Hari Raya Ramadhan.

Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, harga rata-rata beras medium kualitas I per 19 Maret 2018 sebesar Rp 11.900 per kilogram. Untuk harga rata-rata beras medium kualitas II sebesar Rp 11.700 pada 19 Februari 2018 per kilogram.

Selain imbas pergeseran waktu panen raya, Darmin mengatakan laju ekonomi di kuartal I juga kemungkinan melambat lantaran pertumbuhan kredit belum pulih. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit masih kurang dari 10% di awal tahun ini. Per Februari, pertumbuhannya hanya 8% secara tahunan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan