Puisi Tuai Kontroversi, Sukmawati Didesak Berikan Klarifikasi
Puisi 'Ibu Indonesia' karya Sukmawati Soekarnoputri menuai kontroversi. Puisi yang menyinggung mengenai azan, cadar dan syariat Islam dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Sukmawati pun diharapkan segera meluruskan pernyataannya untuk menghindari polemik yang semakin besar.
Polda Metro Jaya menerima laporan Denny AK dengan nomor TBL/1782/IV/2018/PMJ.Dit.Reskrimum. Laporan tersebut tekait dugaan penistaan agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Selain Denny AK, Ketua DPP Hanura Amron Asyhari melaporkan hal yang sama.
Sukmawati membacakan puisi Ibu Indonesia dalam perhelatan pagelaran busana merayakan 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Jakarta akhir pekan lalu. Dalam acara tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga hadir berlenggak di atas catwalk.
(Baca juga: BPS Catat Indeks Demokrasi Turun Akibat Surutnya Peran Partai Politik)
Mengenai soal ini, adik Sukmawati, Guruh Soekarnoputra menyesalkan kemunculan puisi Sukmawati sekaligus berharap semua pihak mampu berpikir jernih dan bijaksana.
Guruh mengatakan, puisi yang dibuat Sukmawati sama sekali tidak terkait dengan pandangan dan sikap keluarga Bung Karno. Dia menyatakan, Bung Karno mendidik anak-anaknya dengan ajaran Islam.
"Itu pendapat pribadi Sukmawati, tidak ada urusannya dengan pandangan dan sikap keluarga," kata Guntur dalam siaran pers, Selasa (3/4).
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji menyatakan Sukmawati harus bertanggung jawab secara moral dengan yang diucapkan. "Masyarakat bisa resah, karena dia tokoh sehingga bisa mempengaruhi massa," katanya.
(Baca juga: Indeks Demokrasi Jakarta Anjlok Drastis Akibat Kampanye Pilgub)
Berikut puisi berjudul "Ibu Indonesia" karya Sukmawati:
Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
