2 Bank BUMN Belum Tertarik Suntik Modal Bank Muamalat

Image title
20 April 2018, 19:10
Kantor Bank Muamalat
Arief Kamaludin | Katadata
Kantor Bank Muamalat

Dua bank pelat merah menyatakan belum berminat untuk ikut menyuntik modal sebagai pemegang saham Bank Muamalat. Kedua bank tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan hingga saat ini belum berencana untuk masuk ke Bank Muamalat. Menurutnya, dengan kondisi Bank Muamalat saat ini, sangat berat bagi BRI atau anak usahanya, Bank BRI Syariah, untuk masuk. 

"Kalau orang Jawa bilang, legan cari momongan (orang yang tenang masih mencari kesusahan)," ujarnya di Gedung BRI 1, Jakarta, Jumat (20/4).

(Baca: Bank BUMN dan Lembaga Pemerintah Minat Suntik Modal Bank Muamalat)

Sementara Direktur Utama BTN Maryono menyatakan fokus rencananya saat ini adalah memisahkan (spin off) BTN Syariah dari Unit Usaha Syariah. BTN sedang menyiapkan unit usaha tersebut berdiri sendiri menjadi entitas baru sebagai anak usahanya.

Menurutnya, aset BTN Syariah sudah cukup besar dan telah memenuhi persyaratan untuk menjadi Bank Umum Syariah (BUS) yang berdiri sendiri. Pada kuartal I tahun ini, aset BTN Syariah tercatat naik 31,03 persen menjadi Rp 23,31 dari Rp 17,79 di periode yang sama tahun lalu.

"Tadinya kan rencana (spin-off) pada 2017. Ini kami menunggu dari holdingisasi (pembentukan induk usaha BUMN) di lembaga keuangan," ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono usai paparan kinerja kuartal 1 2018 di Menara BTN, Jakarta pada Kamis (19/4).

(Baca: OJK Sebut Bank Muamalat Hanya Butuh Tambahan Modal

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana menyebut ada beberapa bank BUMN dan lembaga pemerintah yang telah menyatakan berminat menyuntik modal bank syariah pertama di Indonesia ini. Sayangnya dia masih enggan menyebutkan nama bank BUMN dan lembaga pemerintah yang di maksud. Dia hanya mengatakan Bank Muamalat sudah melakukan pembicaraan dengan Bank BUMN tersebut dan pemilik sahamnya. 

Permana sangat berharap pemerintah bisa menyuntikan modal ke Bank Muamalat karena potensi tumbuhnya bank ini, sangat besar pada masa mendatang. "Mudah-mudahan ini momentum dimiliki oleh Pemerintah Indonesia karena potensinya besar dan kesempatan ini bisa diambil dengan harga relatif murah," ujar Permana.

Suntikan modal yang diperlukan oleh Bank Mumalat sebesar Rp 4,5 triliun. Dana ini akan digunakan untuk ekpansi bisnis dan memperbaiki rasio pembiayaan yang seret atau non performing finance (NPF) yang pada akhir tahun lalu sudah mencapai 4,43 persen.

(Baca: Bidik Investor Masuk di Semester 1, Muamalat Klaim Banyak Calon)

Dengan suntikian modal tersebut, Permana meyakini bisa mendorong pertumbuhan kredit Bank Muamalat menjadi sekitar 8 persen pada tahun ini. Sektor-sektor yang menjadi fokus Bank Muamalat berhubungan dengan Islam, baik ritel maupun korporasi

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...