75% Calon Pembeli Yakin Proyek Reklamasi Pulau G Kembali Jalan

Image title
9 Mei 2018, 20:08
Reklamasi
Arief Kamaludin|KATADATA

Kegiatan pembangunan proyek reklamasi Pulau G yang dikerjakan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) masih berhenti, menunggu keputusan dari Pemerintah. Meski begitu, 75 persen calon pembeli masih bertahan dan berharap proyek tersebut selesai.

"25 persen calon pembeli lainnya sudah shifting (beralih). Shifting-nya itu dalam arti ke properti kami juga," ujar Wakil Direktur Utama APLN Indra Wijaya Antono saat ditemui di Hotel Pullman Central Park, Jakarta pada Rabu (9/5).

(Baca juga: Reklamasi Jakarta Akan Diatur Lewat Revisi Perpres Jabodetabekpunjur)

Menurut Indra, banyaknya peminat yang masih menunggu proyek ini rampung menunjukkan tingginya kepercayaan peminat berinvestasi di proyek tersebut. Padahal, peminat-peminat ini sudah ditawari untuk beralih ke proyek lain, karena terlalu lama menunggu kejelasan soal proyek ini.

Sayangnya dia tidak menyebutkan detail berapa jumlah peminat calon pembeli proyek reklamasi yang digarap Agung Podomoro. Para peminat ini juga sebenarnya juga belum memiliki Nomor Urut Pemesanan (NUP).

"Masih dalam konsep tes pasar, jadi bukan dalam konsep kami harus jual dan pengakuan penjualan juga belum," kata Indra.

Dia mengungkapkan 25 persen calon pembeli yang beralih ke proyek atau hunian lain untuk diinvestasikan, mayoritas beralih ke hunian proyek Podomoro City dan proyek Agung Podomoro lainnya di Jakarta.

Proyek reklamasi Pulau G ini sementara dihentikan pembangunannya oleh pemerintah. APLN pun mematuhi aturan tersebut dengan menghentikan segala kegiatannya termasuk pemasarannya sambil menunggu keputusan Pemerintah soal keberlanjutan proyek ini.

"Pokoknya kita mematuhi apapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah," kata Indra. (Baca: Pengaturan Reklamasi Lewat Perpres Rawan Tumpang Tindih)

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...