Impor Beras pada Juni-Agustus, Menko Darmin Jamin Harga Tak Jatuh

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

Rabu 16/5/2018, 20.10 WIB

Harga beras medium masih tinggi yaitu sebesar Rp 10.500 per kilogram. Padahal, harga eceran tertingginya Rp 9.450 per kilogram.

Darmin Nasution
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah telah menerbitkan kebijakan mengenai impor beras tambahan sebanyak 500 ribu ton.  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan kebijakan tersebut tidak akan menjatuhkan harga beras, melainkan menstabilkan.

Menurut Darmin, harga beras medium saat ini masih tinggi yaitu sebesar Rp 10.500 per kilogram. Padahal, harga eceran tertinggi beras medium sebesar Rp 9.450 per kilogram. Maka itu diperlukan impor beras untuk menekan harganya.  

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Adapun tenggat waktu untuk tambahan impor tersebut adalah pada Juni sampai Agustus, atau sebelum masa panen berikutnya yaitu September dan Oktober. Atas dasar itu, ia yakin impor tidak akan membuat harga anjlok.

"Kami memerhatikan seperti apa perkembangan harga, seperti apa perkembangan produksi. Kami tidak akan buat itu (kebijakan impor) kalau membuat harga jatuh," kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (16/5).

Lebih jauh, ia menjelaskan beberapa negara bisa jadi pilihan untuk memasok beras ke Indonesia. Negara yang dimaksud di antaranya Myanmar, Thailand, Pakistan, Vietnam, Kamboja, dan India.

(Baca juga: Kementan Sesalkan Keputusan Impor Beras Tambahan)

Sebelumnya, tambahan impor beras sebanyak 500 ribu ton tersebut sempat jadi sorotan. Sebab, Kementerian Pertanian menyebut tengah terjadi panen raya padi yang membuat pasokan beras meningkat di gudang Bulog dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi bahkan menyebut tidak boleh ada tambahan impor. “Tidak boleh ada impor lagi, dasar dari kebijakan impor kan kalau cadangan beras Bulog kalau sudah di bawah 1 juta ton,” kata Agung, Jumat (11/5) lalu.

Berdasarkan data Bulog, stok beras di gudang mencapai 1,2 juta ton saat ini. Sedangkan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang telah melebihi 40 ribu ton atau jauh lebih banyak dari batas aman yaitu 25 ribu ton.

Dengan tambahan impor beras sebanyak 500 ribu ton, total impor beras menjadi 1 juta ton. Adapun impor beras sebelumnya yang sebanyak 500 ribu ton diputuskan pada 15 Januari 2018 lalu.