Bos Freeport: Lebih dari 70% Keuntungan Freeport Buat Indonesia

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

Kamis 12/7/2018, 22.41 WIB

“Lebih dari 70% dari manfaat akan masuk ke pemerintah melalui pajak, royalti, dividen kepada Inalum,” kata CEO Freeport McMoran Richard Adkerson.

freeport 1.jpg
Dok Freeport

Rencana pemerintah menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum sebentar lagi bakal terwujud. CEO Freeport McMoran Ricard Adkerson mengatakan, ke depannya, lebih dari 70% keuntungan perusahaan akan masuk ke pemerintah.

“Kami memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dalam pembagian saham saja, berdasarkan harga tembaga masa depan antara 60-90 miliar dolar. Lebih dari 70% dari manfaat akan masuk ke pemerintah melalui pajak, royalti, dividen kepada Inalum,” kata dia usai saat acara Penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7).

(Baca: Inalum dan Freeport Teken Kesepakatan Divestasi 51% Saham)

Ia pun berharap, ke depan, kerja sama antara Freeport, Inalum serta pemerintah daerah dan pusat akan meningkat baik dalam hal kepastian lingkungan operasi, kualitas, maupun nilai tambah industri ekstraktif.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, mengacu pada Undang-Undang Minerba, total penerimaan agregat pemerintah memang harus lebih besar. Penerimaan berasal dari PPh (pajak penghasilan) badan, royalti, bagi hasil keuntungan antara pemerintah pusat dan daerah, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

“Itu semua ada di dalam financial stability agreement yang akan dituangkan nanti pada saat kami sudah menyelesaikan attachment IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus),” ujarnya.

(Baca juga: 11 Bank Siap Danai Inalum untuk Kuasai 51% Saham Freeport)

Adapun berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, PT Freeport Indonesia membukukan pendapatan sebesar US$ 4,44 miliar, naik dari US$ 3,29 miliar di tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar US$ 1,28 miliar, juga naik dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 579 juta.

Perusahaan tercatat memiliki cadangan terbukti (proven) dan cadangan terkira (probable) untuk tembaga sebesar 38,8 miliar pound, emas sebesar 33,9 juta toz (troy ounce). Kemudian cadangan perak sebesar 153,1 juta toz.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha