Asian Games 2018 Kerek Omzet Sektor Retail

Penulis: Michael Reily

Editor: Muchamad Nafi

Selasa 28/8/2018, 16.52 WIB

Asian Games berpotensi besar mendorong konsumsi nasional. Banyak atlet, tim official, serta turis bertransaksi di sekitar area pertandingan.

Toko retail
ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Ilustrasi gerai retail.

Asian Games 2018 tak hanya mengangkat nama Indonesia sebagai penyelenggara ajang olahraga internasional tersebut. Industri retail juga mendapatkan berkahnya. Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) menyatakan omzet pebisnis sektor ini di Jakarta dan Palembang meningkat sekitar 10 %.

Bila dirinci, kata Ketua Aprindo Roy Nicholas Mandey, kenaikan omzet 10-15 % di Palembang dan 5 – 10 % di Jakarta. Dua provinsi ini merupakan tempat penyelenggaraan utama kompetisi olahraga terbesar di Asia tersebut. “Palembang sangat terasa di sekitar Jakabaring,” kata Roy kepada Katadata.co.id, Selasa (28/8). “Tetapi di Jakarta, karena wilayahnya lebih besar, belum termonitor sepenuhnya.”

(Baca juga: Panitia Pangkas Jatah Kursi Official Asian Games)

Asian Games 2018 memang mempunyai potensi besar untuk mendorong konsumsi nasional. Hal ini didorong oleh para atlet, tim official, serta turis yang melakukan transaksi di mal dan toko retail saat tak ada pertandingan olahraga.

Karena itu, Asian Games 2018 bukan hanya berfungsi sebagai pesta olahraga besar. “Juga bermanfaat sebagai pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Roy. (Baca juga: Menunggu Penjualan Tiket Penutupan Asian Games 2018).

Sebelumnya, Association of Indonesian Tours and Travel Agency (ASITA) menyatakan Asian Games 2018 mampu menggairahkan sektor industri pariwisata dan perhotelan. Bisnis usaha tersebut berpotensi mendapat kenaikan omzet hingga dua kali lipat.

Ketua Umum ASITA Asnawi Bahar mengatakan dampak Asian Games bisa dirasakan khususnya pada beberapa tempat yang dekat dengan lokasi pertandingan olahraga. Misalnya, pada hotel-hotel di Jakarta dan Palembang, tingkat okupansi atau keterisiannya bisa mencapai 100 %. “Biro perjalanan ke Palembang sudah penuh 100 %, begitu juga sekitar Senayan, Jakarta,” kata Asnawi, pekan lalu.

(Lihat pula: Para Juara Pengharum Bangsa di Asian Games 2018).

Potensi itu bakal terus bertambah karena Asian Games 2018 masih berlangsung hingga sepekan ke depan. Sehingga terkait berapa besar total peningkatannya, asosiasi belum melakukan penghitungan. Asnawi berharap penyelenggaraan Asian Games 2018 berjalan lancar. “Ini merupakan kesempatan yang bagus karena efeknya berganda,” ujar Asnawi.

Dia menjelaskan, Indonesia harus bisa terus melakukan branding atau menyelenggarakan acara tahunan kelas dunia yang bisa ikut mendorong sektor pariwisata seperti Asian Games 2018. Atau, bisa juga mencoba beranjak menjadi negara penyelenggara event bergengsi lain seperti Formula 1 atau Moto GP.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha