Tumbuh 20%, Penonton Bioskop Diproyeksi Capai 60 Juta pada 2019

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Kamis 13/9/2018, 17.47 WIB

Kualitas film yang diproduksi di Indonesia pun dinilai semakin baik.

Film Bioskop
ANTARA FOTO/Feny Selly
Pemeran utama film Chrisye, Vino G Bastian (kiri depan) dan Velove Vlexia (tiga kanan) berswafoto bersama para penggemar yang akan menonton film Chrisye di Studio XXI OPI Mall Palembang,Kamis (21/12).

Pelaku usaha memperkirakan, penonton film di bioskop tembus 60 juta tahun depan. Jumlah tersebut tumbuh 20% dibanding tahun ini, yang diproyeksi 50 juta.

Corporate Secretary XXI Cinema Catherine Keng mengatakan, industri film mulai tumbuh sejak 2016 ketika pemerintah mengeluarkan film dari Daftar Negatif Investasi (DNI). "Semua sudah di jalur yang benar. Berkembang. Tahun ini 50 juta, semoga 2019 bisa 60 juta," katanya saat diskusi Indonesia Film Business Outlook 2019 di Jakarta, Kamis (13/9).

Berdasarkan data yang dirangkum oleh filmindonesia.or.id, sejak 2010 hingga 2015, secara berturut-turut jumlah penonton film di bioskop sebanyak 16 juta; 15 juta; 18,9 juta; 12 juta; 16 juta; dan 16 juta. Lalu, jumlahnya naik menjadi 37,2 juta di 2016 dan 42,7 juta pada tahun lalu.

Kemudian, sejak Januari hingga Agustus 2018, jumlah penonton bioskop tercatat sebanyak 36,3 juta. "Dua tahun terakhir mulai diapresiasi penonton yang lebih luas, misalnya, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak," kata dia.

Tak hanya dari jumlah penonton, kualitas film yang diproduksi pun dinilai membaik sejak 2016. Yang menjadi ukuran adalah jumlah penonton per filmnya. Pada 2016, hanya 10 film yang ditonton oleh 1 juta lebih orang. Sementara 91 film hanya ditonton kurang dari 250 ribu orang.

(Baca juga: Tumbuh Dua Digit, Bekraf Fokus Kembangkan Potensi Industri Film)

Tahun ini, jumlah penonton di setiap film menjadi lebih berimbang. Sejak awal tahun hingga Agustus 2018, 10 film ditonton lebih dari 1 juta penonton. Lalu, 42 film ditonton oleh 250 ribu hingga 1 juta orang. Serta, 42 film ditonton kurang dari 250 ribu orang.

Sejalan dengan kondisi ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) Linda Gozali optimistis target 50 juta dan 60 juta penonton film di Indonesia bisa tercapai pada 2018 dan 2019. "Semoga bisa dengan perkembangan yang ada terkini," kata dia.

Hanya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melihat masih ada tantangan di industri film yaitu pembajakan. Ia mencatat, pembajakan mengakibatkan hilangnya pendapatan usaha perfilman sekitar Rp 31 miliar hingga Rp 636 miliar per tahun. "Kami membentuk satuan tugas (satgas) anti pembajakan, bekerja sama dengan aparat," kata dia.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha