Inalum dan Perusahaan Tiongkok Bangun Smelter Alumina di Kalimantan

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Arnold Sirait

Kamis 11/10/2018, 19.26 WIB

Proyek smelter ini bisa menghemat devisa impor US$ 600 juta.

inalum.jpg
KATADATA/

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menggandeng Aluminium Corporation of China Limited (Chalco) membangun pabrik pengolahan (smelter) grade alumina refinery (SGAR) di Kalimantan Barat. Tujuannya meningkatkan nilai tambah produk bauksit menjadi alumina.

Kerja sama itu tertuang dalam penandatanganan kerja sama antara Managing Director PT INALUM (Persero) Oggy A. Kosasih dan Presiden Direktur Aluminum Corporation of China Ltd (CHALCO) Hongkong, Li Wangxing. Penandatanganan dilakukan dalam Indonesia Investing Forum 2018, IMF-WORLD BANK Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali, 11 Oktober 2018.

Direktur Pelaksana INALUM Oggy A. Kosasih mengatakan alumina merupakan bahan baku utama untuk memproduksi Aluminium Ingot. Dengan kapasitas produksi sebanyak 250 ribu MT Aluminium Ingot, Inalum membutuhkan 500 ribu MT Alumina.

Saat ini, menurut Oggy, kebutuhan alumina tersebut masih dipasok dari luar negeri. Jadi, dengan selesainya proyek ini akan melepas ketergantungan pasokan luar negeri.  

Keberadaan smelter itu juga akan mengurangi devisa impor sekitar US$ 600 juta. “Tak kalah penting, proyek ini akan memberikan nilai tambah bauksit yang selama ini diekspor dalam bentuk ore dan membangun industri aluminium terintegrasi yg sustainable,” ujar Oggy berdasarkan keterangan resminya, Kamis (11/10).

Konstruksi proyek SGAR terdiri dari dua tahap dengan total kapasitas produksi dua juta ton alumina. Untuk tahap satu dengan kapasitas 1 juta ton SGA, peletakan batu pertama (ground breaking) direncanakan pada kuartal 4 tahun 2018.

(Baca: Pembangunan Smelter Belasan Perusahaan Tambang 'Jalan di Tempat')

Nantinya Antam dan Inalum bersama Chalco akan membentuk perusahaan patungan PT Borneo Alumina Indonesia. Target operasi yakni kuartal I tahun 2021. Adapun nilai investasi US$ 850 juta.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha