Regulator Filipina Tolak Kedatangan Gojek

Penulis: Pingit Aria

9/1/2019, 13.26 WIB

Pemerintah Filipina membatasi kepemilikan saham asing untuk bisnis transportasi maksimal 40 persen.

Gojek
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
Pengemudi ojek Go-Jek mengantarkan paket ke salah satu kawasan perkantoran di Jakarta, Jumat (26/06/2015). Jasa layanan antar Go-Jek tengah digandrungi warga Jakarta. Warga Ibu Kota memilih menggunakan kendaraan ini untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Rencana Gojek untuk ekspansi bisnis ke Filipina menemui kendala. Badan Pengatur Perhubungan Darat Filipina (Land Transportation Franchising and Regulatory Board/ LTFRB) menolak kehadiran Gojek di Filipina.

Ketua LTFRB Martin Delgra menyatakan, Gojek tidak memenuhi persyaratan kepemilikan modal asing untuk beroperasi di negaranya. Pemerintah Filipina membatasi kepemilikan saham asing untuk bisnis tertentu, termasuk transportasi, maksimal 40 persen.

Ia menyebut, Velox Technology Philipines Inc tidak dapat beroperasi karena sepenuhnya dimiliki oleh Gojek. "Jika mereka ingin banding, itu adalah pilihan mereka. Tetapi Gojek tidak memenuhi persyaratan kami," kata Delgra, dikutip dari Reuters, Rabu (9/1).

(Baca juga: Ekspansi Go-Jek ke Filipina Terjegal Dua Aturan)

Tak hanya itu, Tech in Asia juga menyebut bahwa Gojek terganjal dua aturan lain di Filipina. Sebab, LTFRB tengah menjalankan moratorium izin baru untuk Transport Network Vehicle Service (TVNS). Moratorium itu diajukan pada 9 Agustus 2018. Sementara Gojek mengajukan izin agar bisa beroperasi di Filipina pada 13 Agustus 2018.

Selain itu, pemerintah Filipina melarang adanya tarif dinamis. Skema tarif yang berubah-ubah sesuai permintaan digunakan oleh Gojek, juga Grab di Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara.

Sementara, Grab tetap menjadi operator transportasi online terbesar di Filipina. Grab melalui unit bisnis lokalnya MyTaxi.PH Inc telah mematuhi aturan batas kepemilikan modal asing sehingga mendapat 'restu' untuk beroperasi di Filipina.

Sebelumnya pada pertengahan 2018 lalu, Gojek mengumumkan rencana ekspansi bisnis ke empat negara yakni Singapura, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Gojek menyiapkan sekitar US$ 500 juta (sekitar Rp7,1 triliun) untuk mewujudkan rencana tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha