Segmen Visi-misi, Jokowi Angkat Pembangunan Desa dan Penurunan Impor

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

17/2/2019, 20.51 WIB

Jokowi mengungkapkan dalam tiga tahun terakhir telah menggelontorkan Rp 187 triliun dana desa. Dari dana tersebut, dibangun 190 ribu kilometer jalan desa.

Debat Capres II
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
\Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersama Ibu Iriana Joko Widodo tiba untuk mengikuti debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Debat kedua yang diikuti capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tersebut mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo banyak memaparkan berbagai capaiannya ketika memerintah selama ini, termasuk pembangunan infrastruktur di desa hingga penurunan impor jagung. Hal itu disampaikan Jokowi ketika menyampaikan visinya di bidang energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

Jokowi awalnya menyampaikan bahwa dirinya ingin agar pemakaian energi fosil dapat dikurangi sebanyak-banyaknya. Energi fosil itu ingin dialihkan ke energi biodiesel dan green fuel.

Hal tersebut, kata Jokowi, sudah mulai dilakukan. "Sudah kami mulai dengan produksi B20. Ini akan kami teruskan sampai B-100 sehingga ketergantungan akan energi fosil dapat dikurangi," kata Jokowi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Di bidang infrastruktur, Jokowi mengungkapkan dalam tiga tahun terakhir telah menggelontorkan Rp 187 triliun dana desa. Dari dana tersebut, dia menyebutkan telah membangun 190 ribu kilometer jalan di desa.

Selain itu, dana desa itu juga telah digunakan untuk membangun 58 ribu irigasi. Hal ini lanjutnya sangat bermanfaat bagi para petani.

(Baca: IFAD Apresiasi Program Dana Desa Indonesia )


Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan pihaknya terus menjaga ketersediaan dan kestabilan pangan. Dia lantas menyampaikan terima kasih kepada para petani jagung.

Sebab, para petani itu telah berhasil membantu pemerintah untuk mengurangi impor jagung. Pada 2014, kata Jokowi, impor jagung sebanyak 3,5 juta ton.  Tahun lalu, impor jagung tinggal sebesar 180 ribu ton. "Artinya ada produksi 3,3 juta ton," kata Jokowi.

Di bidang lingkungan hidup, Jokowi menginginkan kebakaran hutan dan lahan gambut tidak terjadi. Petahana mengklaim hal ini sudah bisa diatasinya dalam tiga tahun terakhir.

Dia menyebut kebakaran hutan dan gambut itu sudah tidak terjadi. "Itu kerja keras kita semua, dan kita ingin kurangi sampah plastik di sungai dan laut," kata Jokowi.

(Baca: Pemerintah Klaim Tekan 3,4 Juta Ton Impor Jagung dalam Empat Tahun)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan