Ekonomi Global Masih Lesu, Mendag Targetkan Ekspor Tumbuh 7,5%

Penulis: Rizka Gusti Anggraini

Editor: Safrezi Fitra

14/3/2019, 12.12 WIB

Meski perekonomian global masih melambat, pemerintah berani menargetkan pertumbuhan ekspor tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 6,4 persen.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan ekspor nonmigas sebesar US$ 175 miliar, meningkat 7,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar US$ 162,8 miliar. Meski perekonomian dunia masih lesu, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekspor tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 6,7 persen.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan target pertumbuhan ekspor tersebut ditetapkan dengan pertimbangan kondisi ekonomi global yang saat ini dan berbagai studi yang ada. Perekonomian dunia yang masih lambat membuat pemerintah belum berani menargerkan pertumbuhan ekspor di atas 10 persen.

Hambatan tarif dan nontarif barier yang dituangkan dalam perjanjian-perjanjian perdagangan dengan beberapa negara sebelumnya, kemungkinan baru bisa diratifikasi akhir tahun ini. Upaya itu diiringi dengan melaksanakan business forum dan business matching yang telah dirancang.

“Makanya saya tidak berani targetkan double digit karena bisa diratifikasi secara keseluruhan, dan baru akan efektif tahun depan”, kata Enggar di Jakarta, Rabu (13/3). (Baca: Menko Darmin Beberkan Strategi Pemerintah Gairahkan Ekspor)

Untuk mencapai target ekspor yang sudah ditetapkan tahun ini, Kemendag akan menerapkan tiga strategi peningkatan ekspor. Pertama, fokus kepada infrastruktur melalui pembangunan pembangunan hard and soft infrastructure. Kedua, perbaikan indikator kerja pada kementerian atau lembaga. Ketiga, melalui investasi sumber daya manusia (SDM), dengan menjadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai fasilitator untuk mensosialisasikan target-target yang sudah dirancang.

Untuk meningkatkan kinerja ekspor dan memperluas akses pasar, Kemendag juga akan terus menambah jumlah kerja sama perdagangan internasional. Pada tahun ini, Kemendag akan berupaya menyelesaikan perundingan dengan Iran, Uni Eropa, Mozambik, Turki, Tunisia, Bangladesh, dan Korea Selatan.

Selain itu, akan dilakukan penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership, ASEAN Economic Community, ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement, ASEAN-India Free Trade Agreement, serta peninjauan kembali Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement. Enggar juga menyampaikan untuk mencapai target ekspor tahun ini, ada beberapa negara yang perjanjiannya akan ditutup, kemudian dialihkan. 

(Baca: Ekspor Melambat, Neraca Dagang Kuartal I 2019 Diramal Defisit US$ 3 M)

Untuk perdagangan dalam negeri, pemerintah mengandalkan pentingnya pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat. Menurutnya, pasar rakyat adalah urat nadi dari perekonomian Indonesia. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem offline dan online.  “Karena kalau tidak, pasar rakyat konvensional akan tertinggal," kata Enggar.

Target Ekspor Nonmigas
Target Ekspor Nonmigas (Kementerian Perdagangan)

 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha