Maruf Sebut Program Sedekah Putih Sandiaga Tak Atasi Stunting

Penulis: Ameidyo Daud Nasution

Editor: Hari Widowati

17/3/2019, 22.52 WIB

Pencegahan stunting paling efektif dilakukan pada 1.000 hari pertama, dari ibu hamil hingga anak selesai disusui.

Debat Cawapres Pilpres 2019
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.

Rencana pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar program sedekah putih dinilai tidak efektif mencegah stunting (gagal tumbuh) pada anak-anak. Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai pencegahan stunting harus dilakukan pada 1.000 hari pertama dari ibu hamil hingga anak selesai disusui.

Ma'ruf menilai, perbaikan sanitasi, asupan pangan ibu hamil, hingga akses air bersih disebutnya lebih efektif ketimbang perbaikan gizi pada anak. "(Stunting) tak bisa diatasi setelah (usia anak) dua tahun. Istilah sedekah putih buat perdebatan," kata Ma'ruf. Sedekah putih merupakan pemberian gizi tambahan seperti susu kepada anak-anak Indonesia.

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) justru mampu menurunkan stunting sebesar 7% selama empat tahun. Caranya, melalui bantuan sosial berupa pembagian sembako kepada ibu hamil. Selain itu, bimbingan kepada calon orang tua hingga pembenahan sanitasi juga perlu dilakukan.

Ma'ruf juga akan mendorong berkurangnya angka stunting di Indonesia sebesar 10% dalam lima tahun mendatang. Ma'ruf mengklaim saat ini pemerintah telah berhasil mengurangi angka stunting hingga 7%.

(Baca: Ma'ruf Janjikan Optimalisasi JKN-KIS, Sandiaga Benahi BPJS Kesehatan)

Upaya penurunan angka stunting dilakukan dengan langkah preventif dan promotif. Hal itu seperti terlihat dari Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), Program Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga (PIS-PK), dan juga Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). "Lewat upaya preventif promotif itu kami harapkan jumlah orang yang sakit berkurang," kata Ma'ruf.

Sandiaga mengatakan, tidak semua ibu dapat memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya. Oleh sebab itu, asupan susu tambahan perlu diberikan demi menyelesaikan masalah stunting. Apalagi, saat ini masalah stunting telah masuk dalam tahap gawat darurat. "Mari kita berpikir besar, jangan saling menyalahkan," kata Sandiaga.

Ia juga menyebutkan, sepertiga anak Indonesia berada dalam komdisi kurang gizi. Oleh sebab itu, apabila terpilih, Sandiaga dan Prabowo Subianto akan memastikan ibu-ibu mendapat protein cukup agar generasi ke depan memiliki kondisi lebih baik. "Program ini partisipatif dan kolaboratif," ujarnya merujuk ajakan kepada dunia usaha.

(Baca: Minyak Sawit Diklaim Bisa Atasi Masalah Gizi Buruk dan Stunting)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan