Strategi Pengelola Tol Cipali Antisipasi Kemacetan Arus Mudik Lebaran

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

21/5/2019, 02.00 WIB

Lintas Marga Sedaya selaku pengelola Tol Cipali akan membuka 26 gardu tol serta menerapkan sistem satu arah (one way) untuk arus mudik dan arus balik.

tol cipali
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Antrean kendaraan di gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/6/2018).

PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pengelola ruas tol Cikopo - Palimanan (Cipali), memiliki rencana taktis untuk mengurangi kemacetan arus mudik Lebaran. Mereka memperkirakan volume kendaraan pemudik yang memadati ruas tol Cipali tahun ini naik 12% menjadi 1,73 juta kendaraan dari 1,54 juta kendaraan di 2018.

Untuk mengurangi volume antrian kendaraan, LMS akan menambah 14 gardu di Gerbang Tol Palimanan Utama. "Sehingga total yang dioperasikan mencapai 26 gardu, tambahan 10 mobile reader di Gerbang Tol Palimanan dan masing-masing 2 mobile reader di gerbang samping," kata Vice President Director LMS Firdaus Azis di Menara Astra, Jakarta, Senin (20/5).

Ada pun, tahun ini, puncak kepadatan arus mudik 2019 diperkirakan terjadi pada H-5 (31 Mei 2019) dengan perkiraan jumlah pemudik mencapai 106.997 pengendara. Sementara, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+3 (9 Juni 2019) dengan jumlah penumpang mencapai 109.560 pengendara.

(Baca: Diskon Tarif Tol Saat Mudik Tak Berlaku Serentak)

Selain itu masalah yang dihadapi oleh pemudik di ruas tol ini saat mudik, yaitu padatnya area istirahat (rest area). Firdaus mengatakan pihaknya tengah menambah jumlah kamar kecil di rest area, yakni 26 unit khusus tambahan untuk wanita. Selain itu di rest area ruas tersebut, LMS menyediakan tempat pengisian BBM dengan 2 unit dispenser (Pertamax dan Solar Dex) di rest area tipe B (KM 86 A-B dan 130 A-B).

Firdaus menghimbau kepada pemudik, bila terjadi kemacetan panjang di sekitar area istirahat, sebaiknya pemudik keluar tol dan mencari tempat beristirahat di sekitar Cipali lalu kembali masuk ke tol Cipali. Ada pun tarif Cipali dihitung Rp 876 per kilometer, atau total Rp 102 ribu.

"Sehingga, kalau ditotal biayanya sama dengan jika tidak keluar tol. Gunakan satu uang elektronik untuk satu kendaraan agar tidak membuat antrean karena tidak bisa digunakan," katanya.

Selain itu, ruas tol ini juga bakal diterapkan sistem satu arah (one way), baik pada arus mudik maupun arus balik. Penerapan satu arah di arus mudik diterapkan pada 30 Mei 2019 hingga 2 Juni 2019 yang diterapkan dari Gerbang Tol Cikarang Utama hingga Brebes Barat KM 262. Sementara, pada arus balik sistem one way diterapkan pada 7 Juni 2019 hingga 9 Juni 2019 dari Gerbang tol Palimanan hingga Cikarang Utama.

(Baca: Pemudik Lewat Tol Trans Jawa Diprediksi Melonjak, Kemenhub Beri Solusi)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN