Viral Harga Tiket Pesawat Rp 21 Juta, Kemenhub: Hati-hati Beli Tiket

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Happy Fajrian

29/5/2019, 23.21 WIB

Banyak rute yang tiketnya sudah habis, namun banyak travel dan aplikasi online yang menyediakan tiket dengan skema multi rute.

harga tiket pesawat, tiket pesawat mahal, kementerian perhubungan
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi pesawat udara. Viral harga tiket pesawat Bandung - Medan seharga Rp 21 juta pergi-pulang, Kementerian Perhubungan minta agar masyarakat hati-hati membeli tiket pesawat.

Kementerian Perhubungan menanggapi kabar semakin mahalnya harga tiket pesawat jelang libur lebaran ini. Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono meminta masyarakat memerika secara rinci harga yang tersedia.

Pasalnya banyak rute yang tiketnya saat ini sudah habis, namun banyak travel dan aplikasi online yang menyediakan tiket dengan skema multi rute. Hal ini mendasari munculnya tiket dengan harga yang terlampau tinggi. "Jadi kami minta hati-hati bila beli tiket pesawat," kata Nur saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/5).

Beredar viral di media online dan media sosial saat ini, harga tiket pesawat rute Bandung menuju Medan yang mencapai Rp 21 juta pergi pulang. Penerbangan itu merupakan hasil pencarian di Traveloka untuk perjalanan tanggal 31 Mei 2019. Katadata juga coba mencari tiket rute serupa dengan jadwal perjalanan pergi 31 Mei dan pulang tanggal 6 Juni di Traveloka. Hasilnya, rute sudah tak dapat ditemukan.

Sebagai perbandingan, Katadata coba mencari tiket untuk rute yang sama pada rute Jakarta-Medan. Ditemukan tiket dengan harga Rp 5,7 juta. Apabila dirinci, perjalanan menggunakan Lion Air dengan transit di Kuala Lumpur.

(Baca: Tiket Mahal, Penerbangan Tambahan Bandara Bali Turun Tajam)

Dari KL, pemudik menggunakan Batik Air menuju Medan dengan total biaya dari Jakarta mencapai Rp 3,92 juta. Untuk perjalanan kembali menggunakan penerbangan langsung Lion Air dengan tarif Rp 1,78 juta.

Sedangkan untuk tiket Jakarta - Surabaya dengan tanggal yang sama masih ditemukan tiket dengan tatif termurah Rp 2,51 juta. Jika dirinci, tiket pergi menggunakan Batik Air dengan biaya Rp 1,3 juta, sedangkan kembali dengan Citilink dengan harga Rp 1,18 juta.

Nur memastikan maskapai mengikuti aturan Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan Kemenhub. Dia juga menjanjikan akan memberi sanksi jika ada maskapai yang menetapkan tarif di atas ketentuan yang berlaku. "Kewajiban pemerintah memberi sanksi," katanya.

Pemerintah telah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat udara sebesar 12-16% atau rata-rata 15%. Penurunan tarif untuk full service airline (FSA) atau pesawat berlayanan penuh. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pertengahan Mei lalu.

Aturan mulai berlaku Rabu, 15 Mei 2019 lalu dengan penurunan rata-rata 15% berdasarkan rute dan tingkat okupansi. "Sesuai ketentuan, kami menentukan keputusan batas atas untuk rate masing-masing 12% sampai 16%," kata Menteri Perhubungan Budi Karya beberapa pekan lalu.

(Baca: Riset UI: Kemampuan Masyarakat Beli Tiket Pesawat Maksimal Rp 1,5 Juta)

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN