Investor Grab, Softbank Bakal Bertemu Jokowi pada Agustus

Penulis: Desy Setyowati

2/7/2019, 12.21 WIB

"Kami akan tawarkan beberapa proyek kepada Softbank,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Softbank bertemu Jokowi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, investor Grab yakni Softbank bakal bertemu Presiden Joko Widodo pada 12-14 Agustus nanti.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, investor Grab yakni Softbank bakal bertemu Presiden Joko Widodo pada 12-14 Agustus nanti. Ia mengatakan, pemerintah akan menawarkan beberapa proyek untuk didanai perusahaan asal Jepang itu.

“Presiden (Jokowi) sudah bilang, iya nanti bertemu. Kami sepakat Agustus,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (2/7).

Perusahaan multinasional tersebut memiliki anak usaha yang fokus menanamkan modal di startup, yakni Softbank Vision Fund. Nilai Softbank Vision Fund ini sekitar US$ 100 miliar.

(Baca: Disuntik Modal Softbank, Valuasi Grab Tembus Rp 196 Triliun)

Luhut mengatakan, pemerintah bakal menawarkan beberapa proyek kepada Softbank Vision Fund untuk dibiayai. “Ada US$ 100 miliar sebagai pendanaan Softbank. Kami akan tawarkan beberapa proyek,” katanya. Hanya, Luhut tak menjelaskan secara rinci perihal proyek tersebut.

Ia hanya menjelaskan, dirinya berharap Softbank mau berinvestasi di startup nasional yang fokus ke sektor pertanian atau perikanan. “Sekarang dia masuk ke Grab. Bisa saja (Softbank masuk) ke perikanan, seperti Aruna dan Fish On,” kata dia.

Selain Grab, Softbank mendanai beberapa startup nasional seperti Tokopedia, Ajaib, Alodokter, dan CoHive. Ajaib merupakan startup di bidang investasi saham. Lalu, Alodokter di bidang kesehatan. Sedangkan CoHive merupakan startup penyedia layanan ruang kerja bersama (coworking space).

(Baca: Temui Luhut, CEO Grab Siap Bawa Mobil Listrik ke Indonesia)

Namun, saat ini Luhut mendorong para nelayan untuk mengadopsi teknologi lewat program satu juta nelayan berdaulat. Kementeriannya menggaet startup teknologi di bidang perikanan seperti Fish On untuk membuka pasar yang lebih luas bagi nelayan. Dengan begitu, ia berharap kesejahteraan nelayan bisa meningkat.

Salah satu startup nasional di bidang perikanan, yakni  Aruna juga sudah mendapat tambahan modal dari perusahaan teknologi finansial (fintech) asal Tiongkok, Alipay. Dana segar itu diperoleh Aruna karena menjadi pemenang dalam kompetisi inovasi sosial yang diadakan oleh Alipay-NUS Enterprise.

(Baca: Tingkatkan Pendapatan Nelayan, Aruna Dapat Rp 622 Juta dari Alipay)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan