Airlangga dan Bamsoet Bersaing Ketum Golkar, Restu Jokowi Jadi Penentu

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Sorta Tobing

7/7/2019, 19.07 WIB

Restu Presiden Jokowi akan sangat menentukan. Ia diperkirakan akan memilih ketua umum Golkar yang bisa diajak berkolaborasi.

calon ketua umum golkar
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) berdiskusi dengan calon Ketua DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo disela pengumuman calon ketua DPR dari Fraksi Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1). Airlangga Hartarto mengumumkan penunjukan Bambang Soesatyo menjadi Ketua DPR hingga 2019 menggantikan Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Andi Sinulingga menyatakan, Airlangga Hartanto sudah memastikan diri kembali maju sebagai calon ketua umum Golkar. "Nama lain yang dipastikan mencalonkan diri itu , Bambang Soesatyo. Restu dari Presiden juga akan menentukan," katanya saat ditemui di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Minggu (7/7).

Andi memperkirakan, siapapun yang direstui Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pemimpin Golkar yang baru. Karena itu, persaingan pemilihannya dalam forum musyawarah nasional (Munas) nanti akan memanas.

Adapun salah satu calon yang akan maju, yaitu Bambang Soesatyo merupakan Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar sekaligus Ketua DPR. Hal ini lah yang menurut Andi akan memanaskan suasana.

Andi turut mengatakan, Presiden ingin calon ketua umum partai politik sudah bisa ditentukan sebelum ia resmi diilantik. "Setelah dilantik, Pak Jokowi ingin duduk bersama para ketua umum demi kepentingan masyarakat," ujar Andi.

Pernyataan senada turut dilayangkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi. "Menurut saya, variabel yang menentukan adalah restu Jokowi dan tentunya chemistry dengan calon ketua umum Golkar yang ada," ucap dia di waktu yang bersamaan.

(Baca: Luhut Tolak Usulan Percepatan Munas Golkar untuk Geser Airlangga)

Burhanuddin yakin Jokowi menghendaki ketua umum Golkar yang bisa diajak berkolaborasi. "Satu untuk tetap menyamankan posisi Golkar, kedua untuk menyukseskan pemerintahan periode kedua," ujar dia.

Selain itu, menurut Burhanuddin selama ini Jokowi terbantu Golkar saat proses rekonsolidasi politik di awal periode pertama pemerintahan.Di sisi lain, ia menilai Golkar adalah partai yang sejarahnya tidak bisa jauh dari kekuasaan. 

Politisi senior Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Munas Golkar tetap akan digelar pada Desember 2019. "Enggak ada lah (usulan percepatan Munas Golkar)," kata Luhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, lebih baik suksesi kepemimpinan Golkar berjalan sebagaimana mestinya. “Jadi, biarkan berproses secara alamiah,” ucapnya.

Selain Luhut, Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sumatera Utara, Ahmad Doli Kurnia juga menilai Munas sebaiknya dilaksanakan pada Desember 2019. Doli mengatakan pihaknya taat terhadap konstitusi dan jadwal Munas sebagaimana diatur dalam AD/ART Golkar. "Tidak dimajukan dan tidak pula diundur," kata Doli kepada Katadata.co.id.

Menurut Doli, Munas Golkar tidak boleh hanya menjadi kontestasi perebutan jabatan ketua umum saja. Munas haruslah menjadi ajang evaluasi terhadap apa yang dialami partai dalam satu periode ke belakang, termasuk terkait Pemilu 2019.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN