Anies Sebut Wagub Pengganti Sandiaga Akan Dipilih Akhir Juli

Penulis: Antara

Editor: Yuliawati

8/7/2019, 21.31 WIB

Saat ini, salah satu nama yang ramai digaungkan untuk cawagub DKI Jakarta yaitu Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik.

wakil gubernur pengganti Sandiaga
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjalan menuju mimbar sebelum menyampaikan pidato dihadapan tamu undangan rapat Paripurna Istimewa di ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penentuan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno saat ini masih menunggu proses di DPRD. Anies berharap DPRD dapat menyelesaikan pemilihan wakil gubernur pada akhir Juli, sebelum dimulainya sidang paripurna.

"Menurut rencana, mereka akan melakukan sidang bulan Juli ini. Jadi kami tunggu saja hasilnya," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (8/7) seperti dikutip Antara.

(Baca: Di Depan Anies, Mendagri Sindir Kekosongan Posisi Wagub Jakarta)

Anies menilai para partai politik akan mempertimbangkan dengan serius nama-nama yang diajukan.  Calon wakil gubernur berdasarkan nama yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"DPRD memahami persis yang ada di DKI Jakarta, jadi mereka pasti bisa mengukur menimbang, memilih. Nah sekarang prosesnya sedang berjalan," katanya.

Saat ini, salah satu nama yang ramai digaungkan untuk cawagub DKI Jakarta yaitu Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik.

(Baca: Cawagub DKI, PKS-Gerindra Akan Serahkan Dua Nama ke Anies 11 Februari)

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni menyatakan jika dalam dua kali rapat paripurna tidak mencapai keputusan yang kuorum maka DPRD akan mengulang proses pemilihan mulai dari pencarian nama cawagub.

Dia mengatakan Gerindra siap mengajukan nama baru untuk masuk dalam kontestasi cawagub yang kedua setelah melalui diskusi dengan partai pengusung lain yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Lihat saja nanti, kalau sudah mengarah mencapai paripurna pemilihan jika sekali itu tidak kuorum diberikan waktu 10 hari, kemudian 10 hari selanjutnya nggak kuorum berarti ada pengajuan nama baru berarti kan enggak diterima," kata Abdul Ghoni.




Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan